MUHAMMADIYAH MENCERAHKAN SEMESTA
MUHAMMADIYAH MENCERAHKAN SEMESTA
Berita Terbaru

Sampah Jadi Infak, Cara Kreatif Aisyiyah Jepara Menjaga Lingkungan dan Berbagi Kebaikan

Loading

MUHAMMADIYAHJEPARA. Permasalahan sampah yang terus meningkat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Berangkat dari kepedulian tersebut, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Jepara melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) mengajak masyarakat untuk memulai perubahan dari rumah dengan membiasakan memilah sampah sejak dari sumbernya.

Edukasi ini disampaikan dalam rangkaian Agenda Triwulan Aisyiyah yang berlangsung di Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Ahad (5/7/2026). Momentum yang dihadiri ratusan kader perempuan Aisyiyah tersebut dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengampanyekan kepedulian lingkungan sekaligus memperkuat Gerakan Muhammadiyah Peduli Sampah (GMPS).

Ketua LLHPB PDA Jepara, Kusnitah, menjelaskan bahwa kebiasaan mencampur berbagai jenis sampah menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya beban tempat pembuangan akhir (TPA). Karena itu, perubahan perilaku harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sampah organik dan anorganik secara sederhana namun konsisten.

“Dengan memilah sampah dari sumbernya, masyarakat akan terbiasa menjalani pola hidup bersih dan peduli lingkungan. Sampah yang dikelola dengan baik sejak awal tidak akan menjadi beban bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Melalui Gerakan Muhammadiyah Peduli Sampah (GMPS), LLHPB PDA Jepara berupaya membangun kesadaran kolektif bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar urusan kebersihan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

Salah satu program yang menarik perhatian peserta adalah penerapan slogan “Sampahmu Infakmu”. Melalui program ini, sampah kering yang masih memiliki nilai ekonomis seperti botol plastik, kertas, kardus, dan kemasan lainnya tidak lagi dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber manfaat yang dapat diolah menjadi amal kebaikan.

Sampah yang telah dipilah kemudian dikumpulkan dan dikelola melalui kerja sama dengan Bank Sampah PCPM Fonorojo. Hasil penjualannya akan dikonversi menjadi dana infak yang selanjutnya digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, dakwah, dan kemanusiaan yang dijalankan oleh organisasi.

Program tersebut mendapat respons positif karena mampu menggabungkan dua tujuan sekaligus, yakni menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat budaya berbagi di tengah masyarakat. Dengan cara sederhana, setiap rumah tangga dapat berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan sekaligus membantu kegiatan sosial yang bermanfaat bagi sesama.

Selain itu, LLHPB PDA Jepara juga berkomitmen untuk menghadirkan budaya bebas sampah dalam setiap kegiatan Muhammadiyah dan Aisyiyah. Kesadaran menjaga kebersihan lingkungan diharapkan menjadi bagian dari karakter warga persyarikatan, tidak hanya saat mengikuti kegiatan organisasi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Kusnitah, menjaga lingkungan sejatinya merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana. Lingkungan yang bersih dan ekosistem yang terjaga akan membantu mengurangi berbagai risiko bencana yang dapat merugikan masyarakat.

“Kita jaga alam, alam jaga kita. Komitmen ini harus ditanamkan dalam hati dan diwujudkan melalui tindakan nyata setiap hari. Memilah sampah mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar bagi lingkungan dan masa depan generasi mendatang,” tegasnya.

Melalui gerakan ini, PDA Jepara berharap semakin banyak masyarakat yang menyadari bahwa sampah bukanlah akhir dari sebuah barang. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah dapat menjadi sumber manfaat, bernilai ekonomi, sekaligus menghadirkan keberkahan bagi lingkungan dan sesama.

Kontributor: Kusnitah

Editor: Dina Setyaningsih_MPI PDM Jepara

Total Page Visits: 59 - Today Page Visits: 1
PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com