Berbagi RendangMU hingga Ajak Infak Sampah, Lazismu Jepara Hadirkan Aksi Sosial dan Edukasi Lingkungan di Bangsri
![]()
MUHAMMADIYAHJEPARA.OR.ID. Bangsri – Berbagi kebaikan tidak harus selalu melalui uang. Kepedulian juga dapat diwujudkan lewat sepiring makanan, segelas minuman segar, hingga kebiasaan sederhana memilah sampah. Semangat inilah yang dihadirkan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Jepara dalam Pengajian Akbar Peresmian Gedung Al-Iman LKSA Mustadh’afin Muhammadiyah Bangsri, Ahad (25/10/2026).
Bertempat di kompleks SMK Muhammadiyah 04 Bangsri, stan Lazismu Jepara menjadi salah satu titik yang menarik perhatian jamaah. Tim Lazismu membagikan makanan program ketahanan pangan Muhammadiyah, RendangMU, serta Es Pakel secara gratis kepada para pengunjung.
Di tengah ribuan jamaah yang hadir untuk mengikuti pengajian dan menyaksikan peresmian gedung, kegiatan ini menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat. Jamaah tidak hanya mendapatkan sajian gratis, tetapi juga diajak mengenal berbagai program sosial dan lingkungan yang dapat dilakukan bersama.
Pengajian akbar tersebut turut menghadirkan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A., yang menyampaikan tausiyah dalam rangkaian peresmian gedung.
Menikmati Sajian Sambil Belajar Peduli Lingkungan

Ada yang menarik dari kegiatan di stan Lazismu Jepara. Untuk mendapatkan RendangMU dan Es Pakel, pengunjung diajak berpartisipasi dalam edukasi lingkungan dan literasi digital melalui aktivitas sederhana.
Jamaah diminta mengikuti akun Instagram resmi @lazismujepara, menyukai, serta memberikan ulasan pada video “Sahabat Sampahmu” di kanal YouTube Lazismu Jawa Tengah.
Cara ini menjadi upaya untuk memperkenalkan program Lazismu melalui media digital sekaligus mengajak masyarakat lebih mengenal pentingnya menjaga lingkungan. Dengan pendekatan yang ringan dan interaktif, edukasi dapat berlangsung di tengah suasana pengajian yang akrab dan penuh kebersamaan.
Bagi Lazismu, kegiatan sosial tidak hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga membuka ruang partisipasi masyarakat agar semakin banyak orang terlibat dalam gerakan kebaikan.
Infak Sampah, Mengubah Barang Bekas Menjadi Manfaat
Selain membagikan makanan dan minuman, Lazismu Jepara mengajak jamaah membiasakan pengelolaan sampah rumah tangga melalui gerakan infak sampah kering.
Jamaah membawa berbagai barang bekas yang masih memiliki nilai guna, seperti kardus, botol plastik, dan koran bekas. Sampah tersebut dikumpulkan untuk disalurkan melalui pengelolaan yang tepat, sehingga tidak sekadar menjadi limbah, tetapi berpeluang memberikan manfaat.
Jamaah juga dapat memberikan infak secara sukarela untuk mendukung program-program kemanusiaan Lazismu. Melalui gerakan ini, kepedulian terhadap sesama berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Kebiasaan sederhana memilah dan mengumpulkan sampah dapat menjadi langkah awal membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Bahkan, barang yang dianggap tidak terpakai pun dapat memiliki nilai apabila dikelola dengan baik.
Menguatkan Semangat Berbagi dan Pemberdayaan
Perwakilan Lazismu Jepara, Cholis, menyampaikan bahwa kehadiran stan Lazismu dalam kegiatan tersebut bukan sekadar untuk membagikan makanan gratis. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mendekatkan berbagai program pemberdayaan dan kepedulian lingkungan kepada warga Muhammadiyah serta masyarakat luas.
Pembagian RendangMU dan Es Pakel serta pengumpulan infak sampah dimulai sejak pukul 07.30 WIB. Antusiasme pengunjung terlihat sepanjang kegiatan hingga acara berakhir.
Melalui kegiatan ini, Lazismu Jepara menunjukkan bahwa gerakan filantropi dapat hadir dalam berbagai bentuk yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Berbagi makanan, menyebarkan edukasi melalui media digital, dan mengelola sampah secara bertanggung jawab merupakan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan bersama.
Dari Bangsri, pesan kebaikan itu mengalir: kepedulian tidak harus menunggu sesuatu yang besar. Dengan kemauan berbagi, kebiasaan menjaga lingkungan, dan semangat gotong royong, setiap orang dapat mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat bagi sesama.
Kontributor: Kusnitah
Editor: Dina Setyaningsih_MPI PDM Jepara
