MUHAMMADIYAH MENCERAHKAN SEMESTA
MUHAMMADIYAH MENCERAHKAN SEMESTA
Berita Terbaru

Syawal bulan kemenangan, Silaturrahim dan Peningkatan

Loading

Merayakan hari raya idul fitri adalah perasaan kebahagiaan yang bertabur keberkahan atas desain Allah swt yang Maha Rahman dan Rahim. Namun bukan gratisan, yaitu melalui perjuangan dengan kesungguhan lewat puasa (Shiyam) yang artinya menahan nafsu.

Itulah ketentuan Allah swt sebagai wujud sifat Rahman dan RahimNya yanf diturunkan hanya kepada hambaNya yang beriman (mantab keyakinan) dalam hatinya. Artinya Allah Ta’ala sudah memberikan petunjuk berupa desain kehidupan bagi hambaNya, bagaimana agar hambaNya meraih kemenangan dan kebahagiaan?. Baik di dunia lebih-lebih kelak di kampung akhirat.

Kemenangan dan kesuksesan yang diidentikkan dengan kebahagiaan itu keniscayaan. Maksudnya adalah setiap insan dipastikan akan merasakan kebahagiaan di saat-saat momen yang telah ditentukan. Tetapi harus melewati perjuangan (mujahadah) dan kesungguhan yang melibatkan campur tangan Allah swt. Karena jaminan kesuksesan kebahagiaan itu tergantung dari Allah swt. Lha kok kita mau mencari kebahagiaan dengan cara selain yang diskenario dari Allah swt, ya dapatnya palsu dan semu. Tetapi mengapa kebanyakan manusia mencari kebahagiaan lain yang semu?.

Bulan ramadhan benar-benar telah meninggalkan kita, namun nilai-nilai penting ramadhan masih terpatri erat dalam relung hati kita. Bukan hanya karena menahan lapar dan dahaga, namun nilai muqarabah pendekatan dan pelibatan langsung dari Allah swt lah yang menjadikan nilai-nilai penting itu dapat menjadi bekal untuk kehidupan yang sarat dengan kompleksitas.

Agar langkah mereka terus mendapatkan keberkahan dan kebahagiaan hidup. Amaliyah ramadhan sudah seharusnya tertancap dan bertekad dengan istiqamah terus menerus dilangsungkan dalam hidup pasca ramadhan.

Nilai-nilai penting itu diantaranya, 1) qiyamu ramadhan, sebagai wujud eksistensi diri untuk mengabdi kepada Ilahi agar terjaga keabadian amal yang abadi. 2) Tadarus dan tadabbur al Quran, agar Allah Ta’ala senantiasa menunjukkan jalan berupa kompas kehidupan, sebagaimana telah terurai jelas di dalamnya ya harus ditadabburi, 3)Refleksi dan perenungan saat malam-malam terakhir lewat amalan berupa beri’tikaf, yaitu menzerokan atau mengosongkan hati dari alpa dan maksiat lewat pengakuan akan diri yang sarat dosa dengan doa, Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anniy” 4) Empati dengan menautkan hati dibarengi dengan melapangkan hati untuk ridho menerima kealpaan saudara, lalu menyambung silaturrahmi.

Itulah nilai-nilai penting Ramadhan, bila dikaitkan dengan tugas dalam mengelola AUM Pendidikan sungguh sangat relevan untuk membangun peradaban mini setelah pekerjaan besar rumah untuk mendapatkan sakinah dalam rumah berikutnya adalah sekolah, sekolah sebagai lingkungan rumah besar yang semakin kompleks tantangannya. Bila pemangku amanah dan kebijakan serta stake holder mampu menjalankan amanah sesuai perannya yang mulia ini niscaya Allah Ta’ala akan mencurahkan kemenangan kesuksesan dan kebahagiaan serta keberkahan atas dasar memaksimalkan nilai-nilai penting ramadhan.

Semoga Allah swt menerima amal ibadah kita selama bulan Ramadhan kullu ‘ammin wa antum bikhairin. Amin.

Penulis : Akhmad Faozan
Mayong, 2 Syawal 1446H.

Total Page Visits: 689 - Today Page Visits: 1
PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com