Musyawarah Cabang (Musycab) Mayong tinggal menunggu waktu, Ahad 27 Agustus 2023 bertepatan dengan 11 Shafar 1445 H di kompleks perguruan Muhammadiyah Mayong semoga menjadi hari yang memihak kepada keluarga besar Muhammadiyah Mayong khususnya dan Muhammadiyah Jepara pada umumnya. Perhelatan yang menandai keberlangsungan pergerakan Muhammadiyah sangat ditentukan dalam event ini.
29 calon pimpinan cabang sudah ditetapkan pada Musyawarah pimpinan cabang (Musypimcab) Jumat, 18 Agustus 2023. Sekaligus sudah ditetapkan tata tertib musycab dan pemilihan.
Spiritnya barangkali mirip dengan sekelas Musyda, tidak berlebihan, pasalnya PCM Mayong dengan hegemoni simbol kemajuan dan perkembangannya, seperti gedung dakwah (GDM Mayong), Masjid Taqwa yang menjadi AUMnya, RS PKU Muhammadiyah dengan hegemoni perkembangannya hingga menjadi RS bertipe C, Sekolahnya SMA dan SMK Muhammadiyah-nya, menggambarkan kalau PCM Mayong memiliki basis pengembangan dengan daya dukung cukup melimpah. Itulah yang menjadikan nuansa Musyawarah Cabang periode muktamar 48 ini menjadi moment paling fenomenal.
Rangkaian kegiatan mulai dibentuknya kepanitiaan yang bertanggungjawab pada suksesnya pelaksanaan musycab termasuk didalamnya yang tidak kalah pentingnya adalah terbentuknya panitia pemilihan, sinergitas antar panitia baik panitia yang mengorientasikan pada suksesnya penyelenggaraan maupun panitia pemilih yang memiliki misi terpilihnya insan sumberdaya yang masuk dalam punggawa pimpinan cabang muhammadiyah ke depan.
Seakan jamaah Muhammadiyah Mayong sepakat, bahwa kepemimpinan cabang Muhammadiyah Mayong periode muktamar 48 ini sungguh menuntut kepada para calon pimpinan dengan misi utama yaitu kebersamaan, kolektifitas dengan menyatukan berbagai kelebihan dan keterbatas atau kekurangan. Masing-masing calon pimpinan diyakini memiliki potensi, kapasitas, dan kekuatan yang dimilikinya.
Jamaah Muhammadiyah pun seakan secara psikologis sepertinya siap mendukung terwujudnya Muhammadiyah Mayong yang lebih berkemajuan dari pada periode kemarin.
Prinsip perubahan dari yang sudah baik menjadi jauh lebih baik dengan mengikuti petunjuk yang termaktub dalam tanfidz keputusan muhammadiyah dari tingkat pusat sampai daerah.
Dalam suatu kesempatan ketua panitia bapak H. Mukhlis menyampaikan dengan kalimat lugas, “siap mensukseskan Musyawarah Cabang Muhammadiyah Mayong hingga terbentuk komposisi pimpinan cabang Muhammadiyah sesuai dengan harapan jamaah Muhammadiyah Mayong’.
Seakan karakter tentara melekat pada diri beliau.
Muhammadiyah Mayong barangkali menjadi salah satu cabang yang dapat dibilang besar dengan AUM Pendidikan dan Kesehatan. AUM Pendidikan dan Kesehatan yang kepemilikannya langsung oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Mayong sudah sewajarnya membutuhkan kontribusi besar dalam menjaga marwah kemajuan dan keunggulannya. Ini pula yang menjadi tag line Muhammadiyah pasca Muktamar 48, “Berkemajuan, Unggul Dalam Rangka Mencerahkan Semesta”.
Maka tidak berlebihan bila pimpinan muhammadiyah di atasnya menaruh harapan besar pada PCM Mayong. Agar AUM Pendidikan dan Kesehatan yang dimiliki PCM Mayong diurus dengan benar, dengan manajemen yang berpengalaman, dengan menerapkan prinsip kolektif dan kolegial. Dengan demikian para peserta musyawarah hendaknya memilih pimpinan yang benar-benar kelak siap berkolaboratif, kolektif-kolegial dan partisipatif serta akomodatif.
