Renungan Subuh Ramadan di Masjid Al-Istiqomah: Mengingat Dua Karunia yang Sering Terlupa
![]()
JEPARA. 25 Februari 2026. Keheningan pagi Ramadan terasa begitu menenangkan di Masjid Al-Istiqomah, Tahunan, Jepara, Rabu (25/2/2026), setelah jamaah menunaikan Salat Subuh berjamaah. Suasana penuh kekhusyukan berlanjut dalam kegiatan kultum Subuh yang disampaikan oleh Ustadz Agus Arifin, tokoh sepuh di lingkungan masjid tersebut, sebagai bagian dari pembinaan keagamaan rutin selama bulan suci.
Kultum Subuh ini menjadi ruang refleksi spiritual bagi jamaah untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus memperkuat keteguhan ibadah di bulan Ramadan. Kegiatan yang digelar seusai salat berjamaah tersebut diikuti dengan penuh perhatian oleh para jamaah dari berbagai kalangan.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Agus Arifin mengajak jamaah untuk memulai hari dengan rasa syukur atas karunia Allah SWT, terutama kesempatan dapat melaksanakan Salat Subuh berjamaah di masjid.
“Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan hadir di rumah Allah, bersilaturahmi, dan memenuhi panggilan-Nya untuk salat Subuh berjamaah. Semoga ini menjadi sebab bertambahnya iman, takwa, dan ketaatan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ungkapnya.
Ia kemudian menekankan pesan tentang dua nikmat besar yang sering diabaikan manusia, sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Imam Bukhari, yakni kesehatan dan waktu luang atau kesempatan.
Menurutnya, kesehatan merupakan modal utama dalam menjalankan berbagai aktivitas kehidupan, termasuk ibadah. Tanpa kesehatan, seseorang akan kesulitan menjalankan tugas dan kewajibannya secara optimal.
“Manfaatkan sehat sebelum sakit datang. Ketika sakit, semua aktivitas menjadi terbatas, bahkan ibadah pun tidak bisa dilakukan secara maksimal,” jelasnya.
Selain kesehatan, ia juga mengingatkan pentingnya mengelola waktu dengan baik. Ustadz Agus menuturkan bahwa waktu adalah amanah yang sangat berharga, hingga Allah SWT bersumpah dengannya dalam Surah Al-‘Ashr sebagai peringatan bagi manusia agar tidak menyia-nyiakannya.
“Gunakan kesempatan sebelum datang kesempitan. Waktu tidak akan kembali, dan setiap detik yang berlalu akan dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.
Ia berharap seluruh jamaah senantiasa diberi kesehatan dan kelapangan waktu untuk memperbanyak amal saleh, menjalankan puasa dengan baik, serta meningkatkan kualitas ibadah sepanjang Ramadan.
Di sisi lain, Ketua Takmir Masjid Al-Istiqomah, Eko Sudarmadji, menyampaikan bahwa program kultum Subuh merupakan bagian dari upaya memakmurkan masjid sekaligus membangun tradisi keilmuan yang berkesinambungan di tengah masyarakat.
“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menanamkan kebiasaan baik. Kami berharap semangat jamaah tidak hanya di awal Ramadan, tetapi terus terjaga hingga seterusnya dalam menjaga kesehatan, memanfaatkan waktu, dan meramaikan masjid,” ujarnya.
Ia juga mengajak jamaah menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat, tempat tumbuhnya keimanan, ilmu, serta amal kebajikan.
Pesan tentang dua nikmat besar, kesehatan dan kesempatan yang disampaikan dalam kultum Subuh tersebut menjadi pengingat mendalam bagi jamaah agar tidak menyia-nyiakan anugerah Allah, khususnya di bulan Ramadan yang penuh kemuliaan, demi meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Kontributor: Muslim
Editor: Dina Setyaningsih_MPI PDM Jepara
