Site icon MUHAMMADIYAH MENCERAHKAN SEMESTA

Perkuat Literasi Digital, Aisyiyah Jepara Ikuti Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah

MUHAMMADIYAHJEPARA. Dalam upaya memperkuat literasi digital dan membangun ekosistem informasi yang kredibel, perwakilan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Jepara mengikuti kegiatan Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jawa Tengah yang diselenggarakan pada 6–7 Maret 2026 M/17–18 Ramadan 1447 H di BPSDMD Jawa Tengah, Semarang.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam mengelola informasi dan publikasi kegiatan organisasi agar mampu menjangkau masyarakat lebih luas melalui media digital. Salah satu fokus utama pelatihan adalah mengubah laporan kegiatan rutin menjadi berita yang menarik, informatif, dan memiliki nilai publikasi tinggi di media online.

Pelatihan intensif tersebut menjadi jawaban atas tantangan dakwah di era digital yang semakin dinamis. Pimpinan Daerah Aisyiyah Jepara memandang bahwa dakwah tidak lagi cukup dilakukan melalui mimbar konvensional, tetapi juga perlu hadir secara aktif di ruang digital.

Dengan mengirimkan delegasi dalam kegiatan ini, PDA Jepara berharap mampu mentransformasi berbagai kegiatan dan pesan dakwah menjadi konten digital yang informatif dan inspiratif.

“Kita harus menguasai teknologi agar nilai-nilai Islam berkemajuan dapat mewarnai jagat maya secara dominan,” ujar Agung S. Bakti, perwakilan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PWM Jawa Tengah dalam sambutannya saat membuka kegiatan.

Ia menambahkan bahwa strategi penguatan literasi digital ini penting untuk menjangkau generasi muda yang kini lebih dekat dengan media digital dibandingkan media konvensional.

Sebanyak 110 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah mengikuti pelatihan ini. Mereka mendapatkan materi teknis yang komprehensif, mulai dari teknik penulisan berita daring, pengelolaan media organisasi, hingga dasar-dasar pembuatan video pendek.

Melalui pendekatan tersebut, setiap kader diharapkan mampu memproduksi konten kreatif Islami yang berkualitas sekaligus memiliki daya tarik bagi masyarakat luas.

“Satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, namun satu tulisan atau video bisa menembus jutaan pikiran sekaligus,” tegas Mukhtarom, salah satu pemateri dalam sesi strategi konten digital.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya peran jurnalisme warga dalam memperkuat dakwah dan gerakan organisasi di era digital.

Kegiatan Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah ini juga menjadi bagian dari langkah strategis Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PWM Jawa Tengah dalam membangun ekosistem media yang terintegrasi di lingkungan Muhammadiyah.

Dengan adanya penguatan kapasitas kader di bidang jurnalistik dan media digital, diharapkan setiap daerah mampu mengelola publikasi kegiatan organisasi secara lebih profesional.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kegiatan Aisyiyah di daerah memiliki jejak digital yang positif dan inspiratif,” ungkap Rustam Aji selaku panitia penyelenggara.

Melalui langkah ini, Muhammadiyah dan Aisyiyah diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi serta mampu menghadirkan dakwah yang mencerahkan di ruang publik digital.

Kontributor: Kusnitah

Editor: Dina Setyaningsih_MPI PDM Jepara

Exit mobile version