KELING, JEPARA – Menghadapi era perubahan dan perkembangan yang semakin pesat, SMP Muhammadiyah Keling terus berinovasi dalam mengimplementasikan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan Gerakan Numerasi Sekolah (GNS). Salah satu langkah nyata yang diambil adalah dengan optimalisasi Pojok Baca di setiap kelas sebagai pusat kegiatan literasi dan numerasi siswa. Langkah ini juga menjadi bagian dari persiapan sekolah menghadapi dinamika pendidikan di masa depan, termasuk menyongsong perkembangan pada hari Jum’at, 16 Oktober 2026 mendatang.
Dalam sebuah pemantauan di salah satu kelas pada hari Kamis (15/10/2026), terlihat dua siswi , Lidia dan Faricha sedang asyik membaca buku di area Pojok Baca yang tertata rapi. Area ini tidak hanya menyediakan buku bacaan fiksi dan non-fiksi yang beragam, tetapi juga dihiasi dengan berbagai dekorasi edukatif dan informasi penting.
Dinding di sekitar Pojok Baca dipenuhi dengan poster-poster bermanfaat. Di antaranya terdapat poster ‘Jadwal Pelajaran Kelas VII’, ‘Struktur Organisasi Kelas’, dan papan informasi ‘Peraturan Pojok Baca’. Selain itu, terdapat hiasan pohon dan gantung-gantungan kertas bertuliskan huruf-huruf “P-O-J-O-K B-A-C-A”, yang menambah daya tarik area tersebut. Di dekatnya, tersedia rak buku tingkat dengan berbagai koleksi buku, lengkap dengan keranjang buku dan majalah yang mudah diakses siswa. Penambahan pagar putih kecil dan tanaman hias juga memberikan kesan asri dan nyaman.
”Saya suka sekali di Pojok Baca ini. Selain buku-bukunya seru, suasananya juga enak buat baca atau ngerjain tugas, kata Lidia.
Senada dengan hal tersebut,Putri Mertia Aristi ‘Pojok Baca ini sangat membantu siswa untuk lebih gemar membaca dan tidak bosan dengan suasana kelas” terang Putri wali kelas 8.
Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Keling, Sri Eryatiningsih, menjelaskan bahwa optimalisasi Pojok Baca merupakan komitmen sekolah untuk menciptakan budaya literasi dan numerasi yang kuat sejak dini. “Kami ingin siswa tidak hanya pandai membaca, tetapi juga memiliki kemampuan literasi dan numerasi yang baik untuk memecahkan berbagai persoalan di kehidupan nyata. Ini adalah bagian dari bekal mereka untuk menghadapi tantangan di masa depan yang akan semakin kompleks,” terangnya.
Beliau menambahkan bahwa Pojok Baca juga menjadi sarana untuk melatih numerasi siswa, misalnya melalui aktivitas membaca dan interpretasi data sederhana dari infografis yang ada, atau melalui game dan teka-teki logika yang sering diadakan di area tersebut. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkannya.
”Dengan penguatan literasi dan numerasi ini, kami berharap siswa SMP Muhammadiyah Keling siap menghadapi berbagai perubahan dan perkembangan di masa depan. Kami optimis bahwa upaya ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah kami,” pungkas Eryatiningsih.
Pojok Baca di SMP Muhammadiyah Keling ini membuktikan bahwa dengan kreativitas dan inovasi, sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal. Ke depan, sekolah akan terus melakukan pengembangan dan peningkatan fasilitas Pojok Baca agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi seluruh siswa.
Kontributor – Kusnitah
Editor: Dina Setyaningsih_MPI PDM Jepara
