JEPARA. Komitmen dalam mendampingi dan membina para mualaf terus ditunjukkan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Jepara. Sebanyak 10 mualaf dari Kabupaten Jepara didampingi untuk mengikuti Jambore Dakwah Kemanusiaan yang diselenggarakan di Wonder Park Tawangmangu, Karanganyar, pada 27–28 Juni 2026.
Keikutsertaan para mualaf ini merupakan tindak lanjut dari program pembinaan yang diinisiasi oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah melalui Bunda Maria Anna. Di tingkat daerah, kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) PDA Jepara yang dipimpin Endang Puji Rahayu.
Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan penguatan spiritual, pendalaman wawasan keislaman, serta kesempatan untuk memperluas jaringan persaudaraan dengan sesama mualaf dan kader Aisyiyah dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Pendampingan tersebut diharapkan mampu meneguhkan keyakinan dan menambah semangat mereka dalam menjalani kehidupan sebagai muslim.
Suasana sejuk lereng Gunung Lawu menjadi saksi hangatnya kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Andreas Betlin Tobing, mengungkapkan kesan mendalam yang dirasakannya selama mengikuti jambore.
“Kami merasakan pengalaman yang luar biasa. Di tengah sejuknya udara Tawangmangu, kami merasakan kehangatan ukhuwah Islamiyah yang begitu erat. Sebagai mualaf, kami merasa sangat dirangkul, dibimbing, dan dikuatkan keimanannya melalui kebersamaan dengan ibu-ibu dan saudari-saudari Aisyiyah se-Jawa Tengah. Kegiatan ini benar-benar menjadi pengecas keimanan bagi kami,” ungkapnya.
Selain Andreas Betlin Tobing, peserta mualaf asal Jepara yang mengikuti jambore antara lain Defit Triyan, Tumik, Lastri, Tri Wahyuni, Mulyono, Wahyu, Widya Ningsih, Hesti Yuli Wardani, dan Lydia. Mereka didampingi oleh Achmad Nasir selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Andreas juga menyampaikan apresiasinya kepada Aisyiyah yang selama ini konsisten memberikan pendampingan kepada para mualaf.
“Semoga semangat dakwah kemanusiaan Aisyiyah tidak pernah padam. Teruslah menjadi cahaya yang menerangi, merangkul para mualaf, dan menebarkan manfaat bagi sesama. Selamat Milad ke-109 Aisyiyah, perempuan berkemajuan, pilar kebangkitan umat,” ujarnya.
Dalam sesi pembinaan, Bunda Maria Anna memberikan pesan penuh motivasi kepada para peserta agar senantiasa menjaga keikhlasan dalam menjalani proses belajar dan beribadah sebagai seorang muslim.
“Tetap semangat dan yang paling penting adalah ikhlas. Dengan keikhlasan, kita dapat lebih fokus dalam beribadah dan semakin teguh menjaga keimanan dalam Islam,” pesannya.
Selain memberikan penguatan spiritual, Bunda Maria Anna bersama tim pembina, di antaranya Muryani, Maria Lutfi, dan Susi Handayani, juga mendorong para mualaf untuk terus memperluas wawasan serta mempererat silaturahmi pascakegiatan. Mereka mengajak peserta untuk memanfaatkan berbagai program pembinaan yang tersedia, termasuk berkunjung ke Mualaf Center Aisyiyah (MCA) Semarang sebagai pusat pendampingan dan pemberdayaan mualaf di Jawa Tengah.
Kegiatan Jambore Dakwah Kemanusiaan ini menjadi bukti nyata kepedulian Aisyiyah terhadap para mualaf. Tidak hanya memberikan pembinaan keagamaan, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan yang menumbuhkan rasa percaya diri, semangat belajar, dan kekuatan spiritual dalam menjalani kehidupan sebagai bagian dari umat Islam.
Kontributor: Kusnitah
Editor: Dina Setyaningsih_MPI PDM Jepara
