PD IPM Jepara Bersama Kedubes Kanada dan Triple-F Serukan Gerakan Anti Pernikahan Anak
![]()
JEPARA. (JEPARAMU.OR.ID). Komitmen mencegah pernikahan anak kembali digaungkan. Kali ini, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Jepara menggandeng Triple-F dan Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia dalam penyelenggaraan Dialog Interaktif Lintas Iman dan Deklarasi Gerakan Pelajar Anti Pernikahan Anak yang digelar di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Jepara, pada Ahad, 3 Agustus 2025 bertepatan dengan 9 Safar 1447H

Kegiatan ini menjadi wadah pertemuan antar pelajar lintas iman dan organisasi, dengan tujuan menyatukan suara dalam menolak praktik pernikahan anak yang masih terjadi di berbagai daerah, termasuk di Jepara. Lebih dari 100 peserta dari IPM, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Forum OSIS Kabupaten Jepara, serta Aktivis Muda Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) turut serta dalam kegiatan ini.
Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara Triple-F dan Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia, dengan fokus utama pada upaya pencegahan pernikahan anak. Triple-F menunjukkan komitmen kuat terhadap perlindungan hak anak di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Jepara. Kepedulian inilah yang mendorong Triple-F untuk berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Jepara dalam menggalang gerakan pelajar yang aktif menyuarakan pentingnya mencegah pernikahan usia dini sebagai bentuk perlindungan terhadap masa depan generasi muda.
“Kami percaya bahwa mencegah pernikahan anak bukan hanya tugas orang dewasa. Pelajar pun memiliki peran strategis dalam menyuarakan perubahan. Itulah kenapa kami hadir dan mendukung penuh inisiatif yang dipimpin oleh IPM Jepara ini,” ujar perwakilan Triple-F dalam sambutannya.
Risfandi, Ketua Umum PD IPM Jepara, menegaskan bahwa sejak awal kepemimpinannya, ia berkomitmen menjadikan organisasi pelajar ini sebagai wadah yang terbuka bagi semua kalangan. Ia ingin IPM hadir tidak hanya sebagai ruang belajar dan dakwah, tetapi juga sebagai tempat yang mampu merespons kebutuhan nyata para pelajar di Jepara secara menyeluruh dan inklusif.
“”Sebagai organisasi dakwah pelajar, kami ingin senantiasa memberikan dampak perubahan kepada mereka yang ada di sekitar. Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai poros gerakan keilmuan di Indonesia, harus senantiasa mampu adaptif terhadap segala hal yang terjadi di sekitarnya. Kami menggandeng dari unsur organisasi pelajar lainnya di Jepara, dalam upaya menciptakan gerakan kolektif yang dapat berdampak lebih luas”, ucapnya”, ungkap Risfandi.
Acara ini menandai awal dari rangkaian kampanye pelajar anti pernikahan anak yang akan dijalankan IPM Jepara dan mitra-mitranya selama beberapa bulan ke depan, dengan harapan mampu menurunkan angka pernikahan anak di daerah tersebut.
Reporter: Risfandi Putra Negara
Editor: Dina Setyaningsih_MPI PDM Jepara
