MUHAMMADIYAH MENCERAHKAN SEMESTA
MUHAMMADIYAH MENCERAHKAN SEMESTA
Berita Terbaru

Muraqabah, Menyemai Kesadaran Ilahi di Bulan Ramadhan

Loading

MUHAMMADIYAH.JEPARA. Bulan suci Ramadhan 1447 H kembali menjadi ruang pembinaan spiritual bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan dan kejujuran batin. Hal tersebut disampaikan dalam kultum menjelang berbuka puasa di Masjid Al-Istiqomah Tahunan, Selasa (24/2/2026).

Suasana khusyuk menyelimuti jamaah yang hadir menanti waktu Magrib. Dalam tausiyahnya, Ustadz Mian mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat iman dan Islam yang merupakan anugerah terbesar dari Allah SWT.

“Kita patut bersyukur atas nikmat iman dan Islam, karena keduanya adalah nikmat paling agung yang tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan dunia apa pun,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa Ramadhan seharusnya dipahami sebagai sarana pembinaan diri, bukan sekadar rutinitas tahunan. Salah satu nilai penting yang perlu ditumbuhkan adalah muraqabah, yaitu kesadaran mendalam bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap perbuatan manusia.

“Muraqabah berarti merasa selalu diawasi Allah. Walaupun kita tidak melihat-Nya, Allah pasti melihat kita. Inilah yang menjaga hati tetap lurus,” jelasnya.

Menurutnya, puasa merupakan ibadah yang sangat privat dan menuntut kejujuran tinggi. Tidak seperti ibadah lain yang tampak secara lahiriah, puasa berlangsung dalam ruang tersembunyi antara hamba dan Tuhannya.

“Ketika sendirian pun kita tetap menahan diri, bukan karena takut pada manusia, tetapi karena yakin Allah mengetahui segalanya,” tambahnya.

Untuk memperkuat pesan tersebut, Ustadz Mian mengangkat kisah keteladanan pada masa Khalifah Umar bin Khattab tentang seorang gadis penjual susu yang menolak mencampurkan air ke dalam susu meskipun tidak ada yang melihat.

“Umar mungkin tidak tahu, tetapi Allah Maha Mengetahui. Inilah buah dari muraqabah,” tuturnya.

Ia menilai nilai tersebut sangat relevan di tengah kehidupan modern yang sarat godaan dan tantangan moral. Kesadaran akan pengawasan Allah akan melahirkan pribadi yang jujur, amanah, dan bertanggung jawab dalam setiap aspek kehidupan.

Kultum berakhir bertepatan dengan berkumandangnya azan Magrib. Jamaah kemudian membatalkan puasa dengan hidangan sederhana, dilanjutkan salat Magrib berjamaah dan makan bersama dalam suasana hangat penuh kebersamaan.

Ketua Takmir Masjid Al-Istiqomah Tahunan, Eko Sudarmadji, menyampaikan bahwa kegiatan kultum jelang berbuka merupakan bagian dari upaya memakmurkan masjid sekaligus menumbuhkan semangat keagamaan di bulan Ramadhan.

“Semoga tausiyah ini memperkuat spiritualitas jamaah dan menanamkan nilai muraqabah yang terus terjaga, tidak hanya selama Ramadhan, tetapi juga sepanjang kehidupan,” ujarnya.

Kontributor: Muslim

Editor: Dina Setyaningsih_MPI PDM Jepara

Total Page Visits: 68 - Today Page Visits: 1

Leave a Reply

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com