Mayong Kidul – Ahad, 29 Juni 2025. Dengan semangat suka cita menyambut tahun baru Hijriyah 1447, peserta Baitul Arqam Batch 3 RS PKU Muhammadiyah Mayong menggelar pengajian umum bertempat di Masjid Taqwa Mayong Kidul 2. Menghadirkan Ustadz Abdillah sebagai pemateri, yang menyampaikan materi bertajuk “Kemuliaan Bulan Muharrom dan Keberkahan Menjadi Manusia yang Beribadah.”
Sebagai pengantar, Ustadz Abdillah mengurai secara reflektif kemuliaan bulan Muharrom sebagai salah satu dari empat bulan haram dalam Islam. Keistimewaan bulan ini, menurutnya, terletak pada sejauh mana umat Islam mampu meningkatkan kualitas ibadah dan menjaga komitmen untuk menjauhi kemaksiatan.
Ustadz Abdillah membuka tausiyah dengan menekankan pentingnya menjaga nikmat sehat, yang disebutnya sebagai nikmat terbesar dari Allah. Beliau pun menyinggung bahwahidayah adalah anugerah mahal, sehingga setiap Muslim sepatutnya memperbanyak rasa syukur dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah melalui amal saleh.
Lebih jauh, ia mengutip ayat dalam QS. At-Taubah: 36 dan QS. Fushilat: 30–32 untuk menegaskan bahwa jumlah bulan di sisi Allah adalah dua belas, dan empat di antaranya merupakan bulan haram yang telah dimuliakan sejak penciptaan langit dan bumi. Keempat bulan tersebut adalah Muharrom, Rajab, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah. Dalam bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk menghindari kezaliman terhadap diri sendiri dan lebih menjaga kualitas ibadah dan akhlak.
“Jangan sampai kita masuk bulan-bulan haram ini tapi malah memperbanyak maksiat. Justru ini momentum refleksi diri,” ujar Ustadz Abdillah.
Beliau juga menuturkan bahwa keimanan sejati ditunjukkan melalui amal saleh dan keistiqamahan. Untuk itu, ia mengajak seluruh peserta untuk meneladani sosok-sosok seperti Mus’ab bin Umair, yang dulunya hidup dalam kemewahan namun memilih hidup sederhana demi Islam, serta mengingat ketampanan Nabi Yusuf sebagai bentuk keistimewaan yang tidak melalaikan dari misi dakwah dan kesucian.
Sebagai bagian dari program penguatan ideologis dan spiritual Civitas Hospitalia RS PKU Muhammadiyah Mayong, pengajian ini menjadi ruang pengingat keagamaan sekaligus panggilan jihad untuk menghadirkan profesionalitas Islami dalam pekerjaan. Nilai-nilai ruhani juga diharapkan memperkuat karakter tenaga medis yang kompeten secara teknis, sekaligus tangguh secara spiritual.
Namun demikian, penguatan nilai spiritual melalui pengajian ini masih perlu dikembangkan dalam kegiatan yang lebih partisipatif dan reflektif. Sebab, transformasi tidak cukup lahir dari ceramah satu arah, melainkan juga dari ruang dialog dan perenungan bersama yang mendorong keterlibatan jamaah dalam menghidupkan nilai-nilai Islam secara lebih kontekstual.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ajakan untuk memperbanyak puasa sunah Tasu’a dan Asyura sebagai bagian dari pembiasaan amal saleh yang menghantarkan keberkahan sepanjang bulan Muharrom. Pengajian ini menjadi penanda bahwa menyambut tahun baru Islam bukanlah perayaan kosong, melainkan kesempatan untuk memperkuat iman, memperbaiki amal, dan meneguhkan diri sebagai hamba Allah.
Kontributor: Ifona
Editor: Yus

