SD Muhammadiyah Jepara Rayakan Hari Anak Nasional dengan Sosialisasi pemanfaatan AI. Rabu, 23 Juli 2025 merupakan hari yang ditunggu anak – anak SD Muhammadiyah Jepara. Acara Peringatan Hari Anak Nasional ( HAN ) SD Muhammadiyah Jepara mengadakan Sosialisasi pemanfaatan AI. Dengan menghadirkan guru tamu Ibu Dini Pusparani, beliau adalah Ibunda dari Dastan dan Meghan Siswa Kelas 6 dan 1 SD Muhammadiyah Jepara.
Acara yang dimulai pukul 07.00 diawali dengan shalat dhuha di masjid At Taqwa. Dilanjutkan dengan apel pagi yang dipimpin oleh Ibu Zuhriyah, perayaan Hari Anak Nasional dilaksanakan setiap tanggal 23 Juli. Anak – anak pagi ini mengikuti serangkaian acara dengan penuh keceriaan.
“Tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat telah kita laksanakan yaitu Shalat Dhuha dan selanjutnya anak – anak sebelum mengikuti sosialisasi kita berolahraga dengan Senam Anak Indonesia Sehat, makan bersama dan mengikuti sosialisasi untuk menambah pengetahuan, khususnya dalam mempelajari Kecerdasan Buatan atau sering kita sebut AI”, tutur Ibu Zuhriyah.
Keseruan Senam Anak Indonesia Sehat membangkitkan semangat bahwa “Dalam Tubuh yang Sehat Terdapat Jiwa yang Kuat”. Acara makan bersama menambah semarak HAN ( Hari Anak Nasional ).
Ibu Dini selaku narasumber menyampaikan dengan pendekatan komunikatif dan dialogis, beliau berhasil menjelaskan bahwa AI bukanlah pengganti manusia, melainkan alat bantu yang diciptakan oleh manusia. AI hanyalah “buatan”, sedangkan nilai kasih sayang, pendidikan karakter, dan kehangatan emosional tetap berada di tangan orang tua dan guru.
Anak – anak mendapatkan materi dan mempraktikan hasil belajarnya dengan menciptakan lagu dan gambar sesuai imajinasi mereka.
Menurut Ibu Zuhriyah selaku Wakil Kepala Sekolah menyampaikan : “Anak – anak perlu dibekali tentang penggunaan AI karena sebagai pengguna teknologi harus mempunyai pemikiran yang cerdas bahwa AI hanyalah “buatan”, sedangkan nilai kasih sayang, pendidikan karakter, dan kehangatan emosional tetap berada di tangan orang tua dan guru. Pesan ini menjadi penting di tengah kekhawatiran publik bahwa teknologi akan menggeser peran kemanusiaan. SD Muhammadiyah Jepara justru menunjukkan cara edukatif agar anak sejak dini memiliki kecerdasan digital yang seimbang dengan kecerdasan emosional dan spiritual.
“Dengan menghadirkan guru tamu dari wali murid dapat membentuk sinergi antara sekolah dan paguyuban orang tua. Pemilihan materi AI sangat tepat karena dengan berkembangnya teknologi siswa akan semakin membuat anak berfikir kritis sebagai guru bertanggung jawab dengan tumbuh kembang anak. Perlu digaris bawahi bahwa pengembangan teknologi hanyalah buatan manusia”, tutur Akhmad Faozan.
Diselingi dengan ice breaking yang dipandu oleh Ibu Nanda menambah keceriaan HAN SD Muhammadiyah Jepara. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama.
Kontributor : Dian Novitasari
