MUHAMMADIYAH MENCERAHKAN SEMESTA
MUHAMMADIYAH MENCERAHKAN SEMESTA
Berita Terbaru

Menyemai Taubat di Pagi Ramadhan, Ketua PDM Jepara Ajak Jamaah Perbanyak Istighfar

Loading

MUHAMMADIYAH.JEPARA. Ahad, 1 Maret 2026. Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Al-Istiqomah usai pelaksanaan Shalat Subuh berjamaah, Ahad (1/3/2026). Jamaah yang hadir tidak beranjak, melainkan melanjutkan dengan kultum Ramadhan yang disampaikan oleh Ketua PDM Kabupaten Jepara, H. Fachrurrozi.

Kultum yang digelar sebagai bagian dari syiar Ramadhan 1447 Hijriah itu menghadirkan nutrisi rohani di awal hari, memperkuat ikatan spiritual jamaah dengan Allah SWT, sekaligus mengajak untuk memaknai puasa secara lebih mendalam.

Dalam pembukaannya, H. Fachrurrozi mengajak jamaah untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT yang tiada terhingga.

“Pertama, marilah kita senantiasa bersyukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya. Pagi hari ini kita diberi kesehatan dan kesempatan untuk melaksanakan ibadah saum Ramadhan 1447 Hijriah dengan penuh antusias dan rasa syukur,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan sebagaimana disebut dalam riwayat, Syahru Ramadhan Syahru Mubarak. Keberkahan, jelasnya, bermakna tumbuh dan bertambahnya kebaikan dalam kehidupan seorang mukmin.

Mengurai makna puasa, ia menjelaskan bahwa secara bahasa (lughatan), puasa berarti al-imsak, yakni menahan diri.

“Puasa itu al-imsak, menahan. Dalam kehidupan kita, seperti kendaraan yang memiliki rem agar tidak kebablasan. Nafsu adalah anugerah Allah, tetapi harus ada remnya. Itulah puasa,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kesempurnaan puasa bukan hanya menahan makan, minum, dan hubungan suami istri di siang hari, tetapi juga menjauhi segala hal yang dilarang Allah SWT, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Lebih lanjut, ia membagi fase Ramadhan menjadi tiga bagian: sepuluh hari pertama sebagai rahmat, sepuluh hari kedua sebagai maghfirah (ampunan), dan sepuluh hari terakhir sebagai pembebasan dari api neraka.

“Kita ini manusia biasa, banyak dosa dan kekhilafan. Maka di pertengahan Ramadhan ini adalah momentum maghfirah. Jangan sampai Ramadhan berlalu, tetapi dosa kita tidak diampuni. Itu kerugian yang luar biasa,” tegasnya.

Mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, ia mengingatkan bahwa Rasulullah yang ma’shum saja beristighfar lebih dari tujuh puluh hingga seratus kali setiap hari.

“Rasulullah bersumpah, ‘Demi Allah, aku beristighfar kepada Allah lebih dari tujuh puluh kali setiap hari.’ Padahal beliau tidak punya dosa. Lalu bagaimana dengan kita?” ungkapnya mengajak muhasabah.

Dalam penjelasannya tentang taubat, H. Fachrurrozi menyampaikan bahwa taubat memiliki tiga unsur utama: meninggalkan maksiat, menyesali perbuatan dosa, dan bertekad tidak mengulanginya kembali.

“Taubat itu bukan sekadar ucapan. Harus ada pengakuan, penyesalan, dan komitmen tidak kembali pada maksiat. Di bulan Ramadhan ini, mari kita setorkan ‘kado’ berupa pengakuan dosa-dosa kita kepada Allah,” ujarnya dengan bahasa yang menyentuh.

Ia juga mengutip firman Allah SWT yang memerintahkan kaum mukmin untuk bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya (taubatan nasuha), serta memperbanyak istighfar sebagai jalan menuju keberuntungan dan kebahagiaan sejati.

Di akhir tausiyah, ia mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan diri.

“Insya Allah, jika kita ikhlas dalam puasa dan sungguh-sungguh dalam taubat, Ramadhan al-Karim ini akan membawa keberkahan. Puasa itu untuk Allah, dan Allah sendiri yang akan membalasnya,” pungkasnya sebelum memimpin doa bersama.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Al-Istiqomah, Eko Sudarmadji, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Ketua PDM Kabupaten Jepara yang telah berkenan membersamai jamaah Subuh di Masjid Al-Istiqomah. Tausiyah ini menjadi penguat ruhani bagi kami untuk menjalani Ramadhan dengan lebih sungguh-sungguh,” ujarnya.

Ia berharap kultum Subuh selama Ramadhan dapat terus menjadi tradisi kebaikan yang menghidupkan masjid dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh amal ibadah di bulan suci diterima Allah SWT dan menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum perbaikan diri menuju pribadi yang lebih bertakwa.

Kontributor: Muslim

Editor: Dina Setyaningsih_MPI PDM Jepara

Total Page Visits: 12 - Today Page Visits: 4

Leave a Reply

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com