MUHAMMADIYAH MENCERAHKAN SEMESTA
MUHAMMADIYAH MENCERAHKAN SEMESTA
Berita Terbaru

Makna Takwa Lebih dari Sekadar Rasa Takut, Ustadz Asep Sutisna Dorong Jamaah Shubuh Teguhkan Ketaatan dan Syukur

Loading

MUHAMMADIYAH.JEPARA. Senin, 2 Maret 2026. Suasana pagi di Masjid Al-Istiqomah Tahunan Jepara terasa khusyuk dan penuh ketenangan saat jamaah menuntaskan Sholat Shubuh berjamaah, Senin (2/3/2026). Momentum tersebut dilanjutkan dengan kultum rutin yang menjadi bagian dari ikhtiar penguatan ruhiyah warga Persyarikatan Muhammadiyah di wilayah Jepara.

Hadir sebagai penceramah, Wakil Ketua PDM Kabupaten Jepara, Ustadz Asep Sutisna, yang menyampaikan tausiyah tentang hakikat takwa dalam kehidupan seorang muslim. Jamaah mengikuti kajian dengan tertib dan penuh perhatian.

Mengawali tausiyahnya, Ustadz Asep mengajak jamaah untuk senantiasa melangitkan puji syukur atas karunia Allah SWT. Menurutnya, kesempatan untuk menunaikan ibadah dan merasakan nikmat iman merupakan anugerah besar yang patut disyukuri setiap saat.

Ia kemudian mengulas tujuan utama puasa sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yakni membentuk pribadi yang bertakwa. Namun, ia menegaskan bahwa takwa tidak cukup dipahami sebagai rasa takut kepada Allah semata. Takwa harus hadir dalam wujud ketaatan yang nyata dalam seluruh aspek kehidupan.

Mengutip firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 102, ittaqullaha haqqa tuqatih, ia menjelaskan penafsiran Ibnu Mas’ud bahwa takwa yang sebenar-benarnya adalah menaati Allah tanpa durhaka, mengingat-Nya tanpa lalai, serta mensyukuri nikmat-Nya tanpa mengingkari.

“Takwa itu totalitas. Perintah Allah kita laksanakan dengan sungguh-sungguh, larangan-Nya kita jauhi sepenuh hati. Nikmat yang Allah titipkan harus kita rawat dengan syukur, bukan kufur,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menguraikan Surah At-Taghabun ayat 16, fattaqullaha mastatha’tum, yang mengajarkan bahwa takwa dijalankan sesuai kemampuan. Mengacu pada penjelasan Ibnu Katsir, ia menyampaikan bahwa bentuknya adalah kesungguhan dalam mendengar dan menaati perintah Allah serta menginfakkan rezeki terbaik yang dimiliki.

“Allah Maha Adil. Tidak ada beban di luar kesanggupan hamba. Namun dalam ruang kemampuan itu, kita dituntut untuk maksimal dalam beramal,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Asep juga mengingatkan bahwa perjalanan menuju takwa kerap diwarnai ujian. Ia mencontohkan peristiwa pemboikotan terhadap Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib pada masa awal dakwah Rasulullah SAW sebagai gambaran beratnya perjuangan mempertahankan iman. Meski demikian, Allah menegaskan dalam Surah Al-Insyirah bahwa di balik kesulitan selalu ada kemudahan.

“Keyakinan inilah yang harus tertanam kuat dalam hati orang beriman. Ujian bukan untuk melemahkan, tetapi untuk menguatkan kualitas takwa,” tuturnya.

Ketua Takmir Masjid Al-Istiqomah, Eko Sudarmadji, menyampaikan bahwa kultum Shubuh merupakan agenda pembinaan yang rutin digelar sebagai bagian dari upaya memakmurkan masjid sekaligus mempererat ukhuwah jamaah.

“Semoga kajian ini menjadi penguat iman dan penggerak semangat beribadah. Shubuh berjamaah yang dilanjutkan tausiyah adalah sarana membangun kebersamaan dan ketaatan,” pungkasnya.

Kontributor: Muslim

Editor: Dina Setyaningsih_MPI PDM Jepara

Total Page Visits: 51 - Today Page Visits: 31

Leave a Reply

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com