Kultum Subuh Ramadhan di Masjid Al-Istiqomah: Kader Muda Gaungkan Pentingnya Menjaga Sholat sebagai Warisan Rasulullah
![]()
JEPARA. Pagi Ramadhan yang sejuk di Masjid Al-Istiqomah Tahunan, Jepara, terasa semakin khidmat dengan pelaksanaan kultum usai Salat Subuh berjamaah, Ahad (22/2/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari syiar Ramadhan 1447 H ini diselenggarakan oleh Takmir Masjid Al-Istiqomah dan menghadirkan kader muda masjid, Ramzidhia Alifadhil Razaan, sebagai penceramah.
Kultum Subuh tersebut bukan sekadar agenda rutin ibadah Ramadhan, tetapi juga wujud nyata pembinaan generasi penerus masjid agar mampu melanjutkan estafet dakwah di masa mendatang. Kehadiran pemateri dari kalangan muda menunjukkan komitmen takmir dalam menyiapkan kader yang siap tampil di tengah masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Ramzidhia mengajak jamaah meneladani Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, khususnya pada saat-saat terakhir kehidupan beliau. Ia menekankan bahwa perhatian utama Rasulullah menjelang wafat adalah sholat sebagai pilar utama agama.
Mengutip ayat “Laqad kana lakum fi Rasulillahi uswatun hasanah”, ia menjelaskan bahwa keteladanan Rasulullah tidak hanya terlihat dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga pada detik-detik terakhir beliau. Seluruh hidup Rasulullah adalah dakwah, dan wafatnya pun sarat pelajaran bagi umat.
Ramzidhia kemudian mengisahkan bagaimana Rasulullah, meski dalam kondisi sakit berat, tetap memikirkan pelaksanaan sholat umatnya. Bahkan beliau menunjuk Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk menjadi imam ketika tidak mampu lagi memimpin langsung.
Menurutnya, pesan terakhir Rasulullah yang berulang adalah perintah menjaga sholat. Wasiat “Ash-Sholat, Ash-Sholat” menunjukkan bahwa sholat merupakan inti keimanan, bukan sekadar rutinitas ibadah.
Ia juga mengingatkan bahwa sholat berfungsi sebagai benteng moral, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Ankabut ayat 45, yang menegaskan bahwa sholat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Jamaah diajak melakukan muhasabah, menilai kembali apakah sholat telah menjadi prioritas hidup atau hanya kewajiban yang dilakukan sekadarnya.
Suasana haru terasa ketika ia mengajak jamaah membayangkan seandainya Rasulullah melihat kondisi sholat umatnya saat ini. Pertanyaan reflektif tersebut menjadi penutup yang menyentuh sekaligus menggugah kesadaran untuk memperbaiki kualitas ibadah.
Salah seorang jamaah, Muslim, menyampaikan apresiasi atas pelibatan generasi muda dalam kegiatan dakwah masjid. Menurutnya, ruang bagi pemuda untuk tampil sangat penting dalam menumbuhkan keimanan sekaligus membangun karakter.
Ia menilai bahwa pembinaan spiritual sejak dini akan menjadi fondasi kuat bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk pengaruh negatif lingkungan dan media sosial.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dakwah tidak hanya berkaitan dengan aspek ibadah ritual, tetapi juga pembentukan kepribadian yang berakhlak mulia, seperti kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.
Muslim berharap kegiatan kultum Subuh selama Ramadhan ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya membentuk generasi penerus dakwah yang berilmu, beriman, dan istiqamah. Ia juga berharap Masjid Al-Istiqomah tetap menjadi pusat pembinaan umat yang mampu menjaga semangat syiar Islam di tengah masyarakat Jepara.
Kontributor: Muslim
Editor: Dina Setyaningsih_MPI PDM Jepara
