MUHAMMADIYAHJEPARA. Tahunan, 7 Maret 2026. Suasana pagi yang tenang menyelimuti Masjid Al-Istiqomah Tahunan setelah jamaah menunaikan salat Subuh berjamaah pada Sabtu (7/3/2026). Pada kesempatan tersebut, jamaah mendapatkan siraman rohani melalui kultum yang disampaikan oleh Ustadz Agus Riyadi.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Agus Riyadi mengajak jamaah untuk kembali merenungkan tujuan utama setiap muslim, yakni meraih surga Allah SWT. Ia menegaskan bahwa terdapat dua kunci utama yang menentukan seseorang dapat meraih surga, yaitu maghfirah (ampunan Allah) dan rahmat Allah SWT.
“Semua umat Islam tentu ingin masuk surga. Namun ada dua hal utama yang menjadi kuncinya, yaitu maghfirah atau ampunan Allah dan rahmat Allah SWT,” ujar Ustadz Agus Riyadi di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan bahwa sebanyak apa pun amal kebaikan yang dilakukan manusia tidak akan cukup menjadi jaminan untuk masuk surga tanpa ampunan dan kasih sayang Allah. Bahkan Rasulullah SAW mengajarkan bahwa manusia tidak akan masuk surga hanya karena amalnya semata.
“Tidak ada seorang pun yang masuk surga hanya karena amalnya, termasuk Rasulullah SAW. Kita semua sangat bergantung pada ampunan dan rahmat Allah,” jelasnya.
Dalam tausiyah tersebut, Ustadz Agus juga menyinggung kisah Nabi Adam AS sebagai pelajaran penting bagi umat manusia. Nabi Adam pernah melakukan kesalahan yang menyebabkan beliau keluar dari surga. Namun, beliau segera mengakui kesalahannya dan memohon ampun kepada Allah tanpa menyalahkan pihak lain.
“Doa Nabi Adam sangat menyentuh: Rabbana zalamna anfusana wa in lam taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin. Doa ini menunjukkan betapa pentingnya memohon ampunan dan rahmat Allah,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengingatkan jamaah untuk memperbanyak istighfar dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di bulan Ramadan yang penuh keberkahan.
“Kalau Rasulullah SAW saja beristighfar setiap hari tidak kurang dari 70 bahkan sampai 100 kali, padahal beliau maksum, maka kita yang penuh dosa tentu harus lebih banyak lagi memohon ampun kepada Allah,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa perjalanan menuju surga bukan semata-mata bergantung pada banyaknya amal, tetapi juga pada kerendahan hati untuk mengakui kesalahan serta kesungguhan memohon ampunan dan rahmat Allah SWT.
Di akhir tausiyahnya, Ustadz Agus Riyadi berharap jamaah dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan setelah menunaikan salat Subuh berjamaah, sekaligus memperoleh bekal spiritual untuk menjalani ibadah puasa sepanjang hari di bulan Ramadan.
Kontributor: Muslim
Editor: Dina Setyaningsih_MPI PDM Jepara

