Site icon MUHAMMADIYAH MENCERAHKAN SEMESTA

Geliat Perubahan, Realiti atau Basa Basi?(Menguatkan Ikhtiar Memajukan AUM Pendidikan Jepara)

Akhmad Faozan

Bulan Mei 2025 ini selain sebagai bulan monumental karena ada peringatan hari pendidikan, juga menjadi momentum bersejarah bagi para penggerak perguruan Muhammadiyah khususnya di Jepara kota. Stake holder perguruan Muhammadiyah di kecamatan Jepara nampak dalam keseriusan mengurus amanah sebagai pemilik AUM Pendidikan.

Dapat dilihat dan telah dirasakan oleh wali murid — sebagai customer dan para pemanfaat— keberadaan SD Muhammadiyah Jepara, bahwa mereka antusias menyambut baik bak gayung bersambut. Pemangku kebijakan yang idealis dalam mewujudkan sekolah Muhammadiyah mulai dari Majlis Dikdasmen PNF tingkat Daerah sampai tingkat Cabang dengan langkah progressifitas dan geliatnya sudah mulai terasa pergerakannya.

Lantas?, Sekolah Muhammadiyah sebagai sekolah swasta yang memiliki kekhasan dan nilai tambah yang sangat penting sudah menjadi simbol keunggulan dan kemajuan sejak dicetuskan oleh KH Dahlan tahun 1911 silam.

Saat ini kalau sekolah-sekolah Muhammadiyah di Jepara kota bangun dan bangkit dari tertidur pulasnya, sudah sewajarnya seperti halnya sekolah-sekolah Muhammadiyah dimana-mana.

Saat ini ketika komitmen untuk bangkit kembali oleh para penggerak Muhammadiyah di Jepara kota digelorakan, maka perlu disupport sehingga menjadi support sistem. Geliat dengan spirit pergerakan yang dimotori oleh pemangku amanah bila dijalankan dengan dasar amanah dan maksimal, insya Allah langkah ini sebagai jawaban persyarikatan dari tanda tanya besar masyarakat Jepara terkait kontribusi nyata apa keluaran dari sekolah Muhammadiyah?, padahal masyarakat luas berharap banyak agar out come dari proses pendidikan ini menghasilkan Kader umat, Kader bangsa dan kader persyariakatan menjadi impian sekaligus dambaan oleh para pimpinan persyarikatan.

Saat ini pemangku kebijakan Pimpinan persyarikatan dan Majlis Dikdasmen berupaya serius membenahi secara kedalam konsolidasi dan berkoordinasi dengan seluruh elemen dari segi manajemen, barangkali menjadi langkah tepat. Penguatan SDM (Restrukturisasi) ke dalam nampak telah dilakukan. Peran persyarikatan sebagai pemilik sudah seharusnya berperan besar dalam mendampingi dan memonitor progres pergerakan sekolah diantaranya dengan pendampingan intensif. Sebab sekolah Muhammadiyah berada dalam naungan majlis Dikdasmen, maka dalam hal ini peran Dikdasmen PNF sangatlah strategis.

Tidak berlebihan bila SD Muhammadiyah Jepara saat ini kelak akan menjadi sekolah impian. Impian itu cita-cita, menjadi sekolah harapan dan masa depan persyarikatan. Bukan tanpa alasan, sekolah ini dibangun dari para sesepuh sebagai founding fathers yang memiliki cita-cita sebagaimana para sesepuh Muhammadiyah saat itu.

Dalam perjalanan mulai dari tahun 1970-an dengan gagasan besar oleh sesepuh Muhammadiyah Jepara yang kemudian berwujud sebuah sekolah sebagaimana yang dapat dilihat keberadaannya. Tidak muluk-muluk dari segi idealis para pendiri, hanya berharap agar kelak para lulusan out put dari SD Muhammadiyah Jepara, mampu mewarnai kehidupan berbangsa dan bermasyarakat dengan karakter maju dan unggul dengan dasar pondasi Ismuba. Alhasil dapat dilihat dari output dan outcome dari SD Muhammadiyah Jepara saat ini. Hasil keluaran sudah berkontribusi untuk negeri dan sudah menyebar dengan jejak manfaat yang makin masif. Diantaranya ada yang menjadi kader Persyarikatan, seperti Bapak Dr. Muslimin yang masuk jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan masih banyak lagi.

Ketika perkembangan sekolah ini terjeda dengan sebab tak terurusnya secara maksimal sehingga manajemen tidak berjalan efektif, Kegiatan pelayanan kepada murid tidak berjalan dengan pelayanan prima, kesejahteraan dan harmonisasi terseok-seok dan tersendat, maka langkah-langkah nyata perubahan harus digaungkan dan dilakukan secara kolektif dan nyata. Diantaranya, 1) Langkah konsolidasi dan kooordinasi antar elemen menjadi hal yang sangat urgen, 2) Membangun mindset unggul dan islami pada seluruh elemen dengan prioritas pada pelaku amanah di lapangan dengan melandaskan bahwa Ismuba sebagai basis branding keunggulan. 3) Sangat penting untuk menyusun timeline dengan landasan step by step menuju pada progress perubahan yang diharapkan, 4) Menerapkan prinsip Kaizen (Jepang) perubahan dimulai dari yang kecil dan sederhana tetapi kontinyu (Istimror). 5) Bertekad bersama dalam menyusun program prioritas, berkolaborasi dengan sekolah yang sudah jauh melangkah dalam berkeunggulan dan berkemajuan, seperti dengan SDMK Kriyan, SD Muhammadiyah BW Kudus, SD Mutual Magelang dan masih banyak lagi.

Kemajuan dan terbangunnya kepercayaan (trust) masyarakat itu bukan seperti mudahnya membalikkan tangan, masyarakaat akan senantiasa merasakan dan melihat proses geliat nyatanya, basa-basi atau realiti. Bila ikhtiar ini dilakukan dengan kesungguhan dan terus menerus tertautkan misi kepada para pemangku kebijakan maupun pemangku amanah di lapangan, akan diyakini bahwa AUM Pendidikan khususnya SD Muhammadiyah Jepara ini akan ada perubahan ke arah kemajuan dan keunggulan yang diimpikan dan didambakan. Semoga.

Exit mobile version