MUHAMMADIYAH MENCERAHKAN SEMESTA
MUHAMMADIYAH MENCERAHKAN SEMESTA
Berita Terbaru

FGM Jepara Gelar Workshop Deep Learning, Dorong Implementasi Pendidikan ISMUBA yang Holistik dan Inovatif

Loading

JEPARA. (JEPARAMU.OR.ID). Rabu 9 Juli 2025, Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Jepara sukses menyelenggarakan Workshop Deep Learning bertajuk “Pendidikan ISMUBA Holistik dan Integratif: Pendekatan Deep Learning Siap Berinovasi”, yang digelar di Aula SMA Muhammadiyah Bangsri. Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional, Bagus Mustaqim, anggota Tim Penyusun Kurikulum ISMUBA dari Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah.

Acara ini diikuti oleh 81 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru ISMUBA dari berbagai jenjang pendidikan Muhammadiyah di Jepara. Peserta berasal dari 4 SDM, 1 MIM, 6 SMPM, 2 MTsM, serta 3 SMA dan 5 SMK Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bangsri mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). “Kegiatan yang dilakukan di gedung Muhammadiyah seperti ini membuat AUM terasa lebih hidup. Semoga hasil workshop ini bisa diterapkan langsung untuk mendidik siswa kita, agar sekolah Muhammadiyah semakin maju dan unggul,” ujarnya.

Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Jepara, Choiruzaed, menyampaikan bahwa workshop ini dirancang sebagai ruang strategis bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan Muhammadiyah di Jepara. Ia mengapresiasi kehadiran para peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap upaya peningkatan mutu pembelajaran ISMUBA. “Alhamdulillah, kehadiran Bapak/Ibu semua menjadi semangat tersendiri. Semoga kegiatan ini membawa dampak positif yang nyata dalam proses belajar-mengajar di sekolah kita,” ujarnya.

Choiruzaed menambahkan bahwa workshop ini bertujuan untuk memperkenalkan secara mendalam konsep pembelajaran berbasis deep learning, memperkuat urgensi pendidikan ISMUBA dalam sistem pendidikan Muhammadiyah, serta memperjelas perbedaan antara growth mindset dan fixed mindset.

Ia berharap setelah mengikuti kegiatan ini, para guru dapat menerapkan pendekatan tersebut secara konsisten dalam aktivitas pembelajaran harian. Selain itu, guru ISMUBA diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjalankan program-program sekolah, serta memiliki mental growth mindset yang terus berkembang dan terbuka terhadap perubahan demi kemajuan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah.

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Jepara, Sajiman, menegaskan pentingnya penerapan Kurikulum Pendidikan Muhammadiyah (KPM) berbasis Deep Learning mulai tahun ajaran 2025/2026. “Kita harus mempersiapkan semua perangkat kurikulum ini agar implementasi dari jenjang SD hingga SMA/SMK dapat berjalan optimal. KPM bukan hanya soal kognitif, tapi juga menyentuh aspek afektif dan psikomotorik siswa,” tegasnya.

Sajiman juga memberi apresiasi bagi sekolah yang berhasil mencapai target peningkatan jumlah siswa baru, serta menyampaikan rencana pemberian penghargaan bagi sekolah yang menunjukkan progres signifikan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PDM Jepara, Fahrurozy, menyampaikan bahwa Muhammadiyah dikenal luas sebagai pelopor dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Ia mengajak seluruh peserta untuk terus berinovasi dan menjadikan pendidikan sebagai sarana dakwah yang berdampak luas. “Kurikulum ISMUBA dengan pendekatan holistik adalah kekuatan kita. Inilah yang membedakan pendidikan Muhammadiyah dengan yang lain,” jelasnya.

Workshop ini juga menjadi ajang penguatan pemahaman konsep growth mindset bagi guru ISMUBA. Narasumber Bagus Mustaqim menekankan pentingnya guru untuk terus bertumbuh dan membuka diri terhadap proses belajar. “Guru ISMUBA harus mampu menciptakan ekosistem belajar yang mendorong siswa tidak takut gagal, namun menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses pertumbuhan,” ungkapnya.

Ia juga memberikan panduan praktis tentang batasan proyek pembelajaran agar tetap fokus, relevan, dan selaras dengan nilai-nilai inti ISMUBA seperti kejujuran, tanggung jawab, ukhuwah, dan disiplin ibadah.

Workshop ditutup dengan refleksi dan evaluasi bersama. Para peserta diajak untuk membagikan tantangan dalam implementasi pembelajaran, seperti kesulitan memberi umpan balik kualitatif dan kendala sistem yang masih berorientasi pada nilai KKM. Sebagai langkah awal saat kembali mengajar, peserta menyepakati untuk memulai dengan kontrak belajar serta membangun semangat positif di kelas.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol solidaritas dan komitmen bersama memajukan pendidikan Muhammadiyah di Jepara.

Kontributor: Dina Setyaningsih_MPI PDM Jepara

Total Page Visits: 351 - Today Page Visits: 1
PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com