Site icon MUHAMMADIYAH MENCERAHKAN SEMESTA

Fariz Ashiyami, Siswa SMK Mutiara Ukir Prestasi sebagai Komandan Paskibra Kecamatan Mayong di HUT RI ke-80

JEPARA (JEPARAMU.OR.ID). Sebanyak 12 siswa-siswi dari SMK Muhammadiyah Mayong (SMK Mutiara) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam momentum bersejarah peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Mayong, Jepara. Mereka tergabung dalam barisan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kecamatan Mayong tahun 2025.

Daftar siswa yang turut ambil bagian dalam pasukan kehormatan ini meliputi Miftakhul Ulum (XI TJTK 4), Muhammad Rizki (XI TJKT 3), Fariz Ashiyami (XI TJKT 1), Afifah (XI AKL), Anisa (XI AKL), Wulan (XI AKL), Lina (XI TJKT 4), Syafira, Fahri Abiansyah, Hanif Muhyiddin, Azka (XI AKL), Abdul Latif (XI TJKT 4).

Selama 10 hari pelatihan intensif dari tanggal 4 hingga 15 Agustus 2025, para siswa dilatih disiplin, teknik baris-berbaris, kekompakan, serta pembentukan karakter oleh pelatih dari Polsek Mayong, Imron. Di tengah latihan, potensi kepemimpinan mulai terlihat dari beberapa siswa.

Pada latihan hari kelima, pelatih menunjuk beberapa anggota untuk mencoba posisi sebagai pemimpin pasukan. Dari proses tersebut, Fariz Ashiyami menunjukkan performa yang menonjol, baik dari sisi sikap, kedisiplinan, hingga suara komando. Hal ini mengantarkannya dipilih menjadi Komandan Pleton (Danton) pasukan pengibar bendera.

Foto Bersama Ketua Umum Pimpinan Cabang Muhammadiyah Mayong

Fariz Ashiyami (17 tahun), putra dari Ita Rahmawati, siswa kelas XI TJKT 1 SMK Mutiara dikenal sebagai pribadi yang tenang dan tidak banyak bicara, kalem dan pendiam. Meski demikian, di mata teman-teman dan gurunya, ia merupakan sosok yang bertanggung jawab, dewasa, dan mudah bergaul. Di sekolah, Fariz aktif mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Hizbul Wathan (HW), yang turut membentuk kepribadiannya sebagai pelajar yang disiplin dan berjiwa kepemimpinan.

“Fariz punya suara komando yang mantap, pembawaan tenang, dan cepat tanggap. Sosok seperti ini cocok menjadi Danton,” ujar Imron, pelatih Paskibra.

Saat pelaksanaan upacara 17 Agustus, Fariz memimpin pasukan dengan penuh keyakinan. Dengan suara lantang dan komando yang jelas, ia memandu gerak barisan dengan tenang dan tepat waktu. Kerapian formasi, sikap tegap, dan kekompakan pasukan menjadi bukti kesuksesan latihan dan dedikasi yang telah mereka bangun bersama.

Fariz mengakui bahwa menjadi Danton bukan tugas yang ringan. Ada rasa gugup dan tekanan besar. Namun ia merasa sangat terbantu dengan dukungan dari rekan-rekan sesama paskibra serta para pembina.

“Senang dan gugup jadi satu. Tapi Alhamdulillah semuanya berjalan baik. Ini pengalaman yang nggak akan saya lupakan seumur hidup,” ungkap Fariz.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa pengalaman ini membentuk dirinya secara mental, mengajarkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan pentingnya kekompakan tim. Fariz berharap hubungan baik antar anggota Paskibra Kecamatan Mayong 2025 dapat terus terjaga, bahkan setelah upacara usai.

“Semoga kekompakan kita terus berlanjut. Latihan ke depan bisa lebih semangat, lebih disiplin, dan semoga makin banyak siswa yang termotivasi ikut Paskibra,” tambahnya.

Atas pencapaian tersebut, Wahyudi, selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Muhammadiyah Mayong, turut memberikan apresiasi tinggi.

“Kami sangat bangga. Fariz membuktikan bahwa siswa SMK juga bisa tampil luar biasa di kegiatan non-akademik. Semoga ini bisa memacu semangat siswa lain, khususnya dalam kegiatan LBB maupun organisasi pelajar seperti IPM dan HW,” ujarnya.

Keterlibatan 12 siswa SMK Mutiara ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan individu, tetapi juga menjadi bukti keberhasilan sekolah dalam membina karakter, jiwa nasionalisme, dan kepemimpinan di kalangan pelajar.

Penulis: Dina Setyaningsih_MPI PDM Jepara

Exit mobile version