MUHAMMADIYAH MENCERAHKAN SEMESTA
MUHAMMADIYAH MENCERAHKAN SEMESTA
Berita Terbaru

Dari Musuh Menjadi Pembela Islam, Kisah Umar bin Khattab Menguatkan Iman Jamaah Shubuh

Loading

MUHAMMADIYAHJEPARA. Kultum usai Sholat Shubuh di Masjid Al-Istiqomah Tahunan, Jepara, Ahad (8/3/2026), menghadirkan tausiyah dari kader muda masjid, Ramzidhia Alifadhil Razaan. Dalam penyampaiannya, ia mengangkat kisah keteladanan Umar bin Khattab sebagai inspirasi untuk memperkuat iman dan keteguhan umat Islam dalam menjalankan ibadah, khususnya di bulan Ramadan.

Ramzidhia menjelaskan bahwa perjalanan hidup Umar bin Khattab menunjukkan bagaimana Allah mampu membalikkan hati manusia. Sebelum memeluk Islam, Umar dikenal sebagai sosok yang keras dan menjadi salah satu penentang dakwah Nabi Muhammad SAW.

Perubahan besar itu bermula ketika Umar mengetahui bahwa saudarinya telah memeluk Islam dan sedang membaca ayat-ayat Al-Qur’an dari Surah Thaha. Ayat tersebut menyentuh hatinya hingga mengubah niatnya yang semula ingin memusuhi Islam menjadi tekad untuk memeluk agama Islam. Allah berfirman dalam Surah Thaha ayat 2 yang artinya, “Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah.”

“Umar bin Khattab adalah bukti bahwa Allah mampu membalikkan hati manusia. Dari seorang yang memusuhi Islam, beliau justru menjadi sahabat yang sangat kuat membela Rasulullah dan agama ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masuk Islamnya Umar membawa dampak besar bagi kaum Muslimin. Jika sebelumnya umat Islam beribadah secara sembunyi-sembunyi karena tekanan kaum Quraisy, setelah Umar memeluk Islam mereka mulai berani menampakkan ibadah secara terbuka.

Ramzidhia juga mengutip sabda Rasulullah SAW yang menggambarkan kuatnya iman Umar. Rasulullah bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah setan bertemu denganmu menempuh suatu jalan, melainkan ia akan menempuh jalan yang lain selain jalanmu.” (HR. Bukhari).

Menurutnya, kekuatan tauhid dan rasa takut kepada Allah menjadikan godaan setan melemah. Umar bin Khattab juga dikenal sebagai pribadi yang sangat taat beribadah dan memiliki rasa takut yang besar kepada Allah hingga sering menangis ketika membaca Al-Qur’an.

Ia kemudian mengutip firman Allah dalam Surah An-Nahl ayat 99 yang artinya, “Sesungguhnya setan itu tidak memiliki kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan mereka.”

Di akhir tausiyahnya, Ramzidhia mengajak jamaah untuk meneladani keteguhan iman Umar bin Khattab dalam menjaga keimanan dan keberanian menegakkan kebenaran.

“Semakin kuat iman seseorang, semakin kecil peluang setan menggoda. Keteguhan Umar mengajarkan bahwa rasa takut kepada Allah justru menjadi sumber kekuatan bagi seorang mukmin,” tuturnya.

Ia berharap kisah Umar bin Khattab dapat menjadi pelajaran bagi jamaah untuk memperkuat iman dan menjalani ibadah puasa dengan lebih sungguh-sungguh selama Ramadan.

Kontributor: Muslim

Editor: Dina Setyaningsih_MPI PDM Jepara

Total Page Visits: 62 - Today Page Visits: 62

Leave a Reply

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com