Dapur Ramadan PRA Tahunan Hidupkan Semangat Gotong Royong, Sajikan Lontong Tahu Campur untuk Jamaah
![]()
MUHAMMADIYAH.JEPARA. 26 Februari 2026. Kehangatan Ramadan terasa kental di ruang Pondok Masjid Al-Istiqomah Tahunan yang disulap menjadi Dapur Ramadan 1447 H, Kamis (26/2/2026). Di bawah koordinasi Ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Tahunan, Lis Corini, para petugas piket tampak sibuk menyiapkan hidangan berbuka puasa bagi jamaah dengan penuh semangat kebersamaan.
Menu yang disajikan hari itu adalah kuliner khas Jepara, lontong tahu campur yang dilengkapi telur dadar sebagai lauk. Aktivitas dapur telah dimulai sejak pagi, mulai dari berbelanja bahan segar, mengolah bumbu, memasak sayur, hingga menata tempat makan untuk jamaah yang akan berbuka bersama di masjid.
Kesibukan dapur diwarnai dengan berbagai peralatan memasak yang menjadi penunjang utama, pisau, talenan, wajan besar, kompor, hingga baskom berisi bahan makanan. Bunyi tumisan yang berdesis dan aroma rempah yang menguar menciptakan suasana khas dapur Ramadan yang hangat dan penuh kehidupan.
Meski demikian, kekuatan utama kegiatan ini bukanlah pada peralatan, melainkan pada kekompakan dan keikhlasan para ibu yang terlibat. Senyum dan canda ringan di sela pekerjaan menjadi energi positif yang membuat suasana dapur terasa akrab dan menyenangkan.
Ibu Yenik, salah satu petugas piket, mengaku bahagia dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut meski harus bekerja sejak pagi.
“Capek pasti ada, mulai dari belanja sampai memasak. Tapi rasa lelah itu hilang ketika melihat jamaah bisa berbuka dengan makanan hangat yang kami siapkan,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Ibu Fitri yang menilai kebersamaan menjadi kunci kelancaran kegiatan Dapur Ramadan.
“Semua dikerjakan bersama, saling membantu tanpa dibagi-bagi secara kaku. Itulah yang membuat pekerjaan terasa ringan. Peralatan dapur hanyalah sarana, sedangkan kebersamaan adalah kekuatan utamanya,” ujarnya.
Ketua PRA Tahunan, Lis Corini, menjelaskan bahwa program Dapur Ramadan merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya memakmurkan masjid selama bulan suci.
“Kegiatan ini bukan sekadar memasak untuk berbuka, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan dan pelayanan kepada jamaah. Kami ingin Ramadan di masjid terasa hangat dan penuh nilai ukhuwah,” tuturnya.
Sebelum menikmati hidangan, jamaah terlebih dahulu mengikuti kultum Ramadan, dilanjutkan Salat Magrib berjamaah, kemudian berbuka bersama. Rangkaian ini menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi antarjamaah dan pengurus masjid.
Dengan kerja sama yang solid dan ketulusan hati, Dapur Ramadan 1447 H PRA Tahunan terus menghadirkan hidangan sederhana yang syarat makna, bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menumbuhkan rasa persaudaraan di tengah masyarakat.
Kontributor: Muslim
Editor: Dina Setyaningsih_MPI PDM Jepara
