NUHAMMADIYAHJEPARA.OR.ID. Bangsri – Ribuan jamaah menghadiri Pengajian Akbar dalam rangka peresmian Gedung Al-Iman LKSA Mustadh’afin Bangsri di SMK Muhammadiyah 04 Bangsri (SMK Mu4ra), Ahad (25/10/2026). Di balik kemeriahan acara yang menghadirkan Prof. Dr. Din Syamsuddin tersebut, ada aksi sederhana yang membawa pesan besar: menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Usai kegiatan yang berlangsung khidmat itu, para relawan bergerak menyisir area sekolah untuk membersihkan sampah sisa aktivitas jamaah. Gerakan ini melibatkan Gerakan Muhammadiyah Peduli Sampah (GMPS) dari Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Jepara, Sahabat Sampah Pemuda Donorojo, serta anggota Hizbul Wathan (HW) SMK Muhammadiyah 04 Bangsri.
Kehadiran ribuan jamaah tentu membawa tantangan tersendiri dalam menjaga kebersihan lokasi acara. Sampah sisa makanan, minuman, dan berbagai kemasan perlu ditangani agar lingkungan sekolah kembali bersih dan nyaman. Namun, berkat kerja sama dan kepedulian para relawan, kegiatan bersih-bersih dapat dilakukan dengan sigap.
Aksi tersebut bukan sekadar memungut sampah yang berserakan. Lebih dari itu, para relawan menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan nyata, bahkan setelah sebuah acara besar selesai dilaksanakan.
Sampah Bukan Akhir, tetapi Awal dari Kemanfaatan
Kepala SMK Muhammadiyah 04 Bangsri, Hardiyanto Sidhi, S.P., S.Kom., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Sahabat Sampah Pemuda Donorojo, LLHPB PDA Jepara, serta seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Menurutnya, para relawan telah menunjukkan cara pandang yang positif terhadap sampah. Sesuatu yang kerap dianggap tidak berguna ternyata masih dapat dikelola dan diubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat.
“Sampah adalah bagian dari kita. Sahabat Sampah Pemuda Donorojo terbukti sangat aktif mengelola sampah yang biasa kita lihat sebagai sisa menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat,” ungkap Hardiyanto.
Dengan penuh semangat, para relawan membersihkan berbagai sudut lingkungan sekolah hingga kembali bersih dan tertata. Kerja bersama ini menjadi bukti bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar. Kesediaan meluangkan waktu, mengulurkan tangan, dan melakukan pekerjaan yang sering kali luput dari perhatian juga merupakan bentuk pengabdian yang berarti.
Bagi lingkungan sekolah, aksi tersebut sekaligus menjadi teladan bagi peserta didik bahwa kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan kewajiban bersama seluruh warga sekolah dan masyarakat.
Merawat Bumi sebagai Wujud Kepedulian dan Ibadah
Bagi keluarga besar SMK Mu4ra, gerakan menjaga kebersihan juga memiliki dimensi keagamaan. Kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari upaya menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Hardiyanto menilai aksi Sahabat Sampah Pemuda Donorojo bersama tim GMPS tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mencerminkan semangat berbuat baik dan menjaga kelestarian bumi.
“Apa yang telah dan akan terus dilakukan oleh Sahabat Sampah Pemuda Donorojo bukan hanya melestarikan alam, tetapi juga melaksanakan sunah Rasulullah SAW,” tambahnya.
Semangat tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang mendorong umatnya menjaga kebersihan, menghindari perilaku merusak, dan memperlakukan lingkungan secara bertanggung jawab. Dengan demikian, mengelola sampah bukan sekadar persoalan teknis, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter peduli dan bertanggung jawab.
Melalui aksi nyata ini, para relawan turut mengingatkan masyarakat bahwa sampah yang dibiarkan dapat mengganggu kenyamanan lingkungan, sedangkan sampah yang dipilah dan dikelola dengan benar berpotensi memberikan manfaat lebih luas.
Apresiasi untuk Para Relawan, Inspirasi bagi Masyarakat
Keluarga besar SMK Muhammadiyah 04 Bangsri berharap semangat Sahabat Sampah Pemuda Donorojo dan tim GMPS terus terjaga serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk melakukan hal serupa di lingkungan masing-masing.
Hardiyanto juga menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras para relawan yang telah membantu menjaga kebersihan sekolah selama dan setelah kegiatan berlangsung.
“Atas nama keluarga besar SMK Muhammadiyah 04 Bangsri, saya mengucapkan terima kasih tiada terhingga atas kerja keras mengawal lingkungan sekolah tetap bersih selama dan sesudah kegiatan. Dengan niat tulus menjaga bumi, insyaallah Sahabat Sampah Pemuda Donorojo dan tim GMPS akan terus maju, berkembang, dan mencerahkan. Tetap semangat, jazakumullahu khairan katsiran,” pungkasnya.
Aksi di SMK Mu4ra ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya terlihat dari kemeriahan acara, tetapi juga dari kepedulian terhadap lingkungan yang ditinggalkannya.
Dari tangan para relawan, masyarakat belajar bahwa sampah bukan semata-mata sesuatu yang harus disingkirkan. Dengan kesadaran, kerja sama, dan pengelolaan yang tepat, sampah dapat menjadi pintu masuk menuju kebiasaan hidup yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kontributor: Kusnitah
Editor: DIna Setyaningsih_MPI PDM Jepara
