MUHAMMADIYAH.JEPARA. Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al-Istiqomah Tahunan Jepara pada Jumat (6/3/2026) pagi saat Takmir Masjid kembali menggelar Kultum Subuh yang diisi oleh kader muda masjid, Hero Najamudin. Kegiatan yang diawali dengan Salat Subuh berjamaah tersebut diikuti oleh jamaah masjid sebagai bagian dari upaya menumbuhkan tradisi dakwah sekaligus kaderisasi generasi muda di lingkungan masjid.
Melalui kegiatan ini, Takmir Masjid Al-Istiqomah berupaya menghadirkan siraman rohani bagi jamaah di awal hari agar semangat spiritual tetap terjaga serta semakin memperkuat kedekatan kepada Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, Hero Najamudin mengajak jamaah untuk memahami makna tawakal secara benar sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ia menegaskan bahwa tawakal bukan berarti menyerahkan segala sesuatu tanpa usaha, melainkan keyakinan kepada Allah yang harus diiringi dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh.
“Tawakal sering kali disalahpahami sebagai sikap menunggu tanpa melakukan apa pun. Padahal seluruh makhluk di alam ini mendapatkan rezekinya melalui usaha,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia kemudian mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi tentang perumpamaan seekor burung yang keluar dari sarangnya pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali pada sore hari dalam keadaan kenyang. Menurutnya, perumpamaan tersebut mengandung pesan penting bahwa usaha dan tawakal merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
“Dalam hadis itu terdapat kata ‘pergi’ dan ‘pulang’. Artinya, burung tersebut tetap berusaha mencari rezeki. Dari sinilah kita belajar bahwa tawakal harus disertai ikhtiar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hero juga menyampaikan pandangan ulama besar Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin yang menegaskan bahwa meninggalkan usaha dengan alasan tawakal justru menunjukkan ketidaktahuan terhadap ajaran agama.
“Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa Allah memang Maha Pemberi rezeki, tetapi rezeki itu diletakkan di balik sebab-sebab yang harus diupayakan manusia. Tawakal adalah keyakinan hati, sementara ikhtiar adalah usaha untuk membuka pintu-pintu rezeki tersebut,” tuturnya.
Di akhir tausiyahnya, Hero mengingatkan jamaah agar tidak pernah berhenti berusaha sekaligus terus memperkuat doa dan kepercayaan kepada Allah dalam setiap langkah kehidupan.
“Jika seekor burung saja dijamin rezekinya ketika ia mau terbang mencari makan, maka manusia yang diberi akal dan berbagai sarana oleh Allah tentu harus lebih semangat dalam berikhtiar dan tidak pernah putus berharap kepada-Nya,” pesannya.
Kontributor: Muslim
Editor: Dina Setyaningsih_MPI PDM Jepara

