MUHAMMADIYAH MENCERAHKAN SEMESTA

Bekali Kader hingga Akar Rumput, PDA Jepara Kirim 12 Delegasi ke Jambore Dakwah Kemanusiaan di Tawangmangu

MUHAMMADIYAHJEPARA. Karanganyar– Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Jepara terus memperkuat kapasitas kader dalam menjawab tantangan dakwah dan kemanusiaan di era modern. Sebagai bagian dari upaya tersebut, PDA Jepara mengirimkan 12 delegasi yang terdiri atas pimpinan majelis dan lembaga untuk mengikuti Jambore Dakwah Kemanusiaan yang digelar di Wonder Park, Tawangmangu, Karanganyar, pada Sabtu-Ahad (27–28/6/2026).

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua PDA Jepara, Umi Kulsum, didampingi Sekretaris PDA Jepara, Heny Fransisca, serta para ketua majelis dan lembaga. Keikutsertaan mereka tidak hanya untuk mengikuti rangkaian kegiatan jambore, tetapi juga menyerap berbagai strategi dakwah berkemajuan serta memperkuat jejaring dan kolaborasi antarkader Aisyiyah se-Jawa Tengah.

Dalam kegiatan yang diikuti peserta dari berbagai daerah tersebut, PDA Jepara turut ambil bagian dalam sejumlah kompetisi yang mengasah kreativitas, kemampuan komunikasi, dan adaptasi dakwah di era digital.

Pada kategori Lomba Roleplay, tim PDA Jepara menampilkan pertunjukan berjudul “Kisah Kemarin” yang diperankan oleh Sri Utami, Nasyiatul Aisyiyah, Ukrowiyah, Tri Utami, Fitri, dan Kusnitah. Penampilan ini mengangkat simulasi penyelesaian persoalan kemanusiaan yang sering dijumpai di tengah masyarakat.

Sementara itu, pada kategori Video Vlog Khoiriyah Thayyibah, Nurul Hidayah menampilkan karya yang mengangkat nilai-nilai keluarga sakinah serta pemberdayaan perempuan. Produksi video tersebut mendapat pendampingan dari Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan, Endang Puji Rahayu, bersama Ida Khumaidah.

Adapun pada kategori Video Digital, Dian Rahayu Ariningsih menghadirkan konten kreatif yang mengangkat dakwah kemanusiaan melalui pendekatan visual yang relevan dengan perkembangan media sosial saat ini.

Ketua PDA Jepara, Umi Kulsum, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam Jambore Dakwah Kemanusiaan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas kader sekaligus memperkuat sinergi gerakan Aisyiyah di semua tingkatan organisasi.

“Kehadiran kami di sini bukan sekadar mengikuti kegiatan seremonial. Kami ingin membawa pulang ilmu, pengalaman, dan jejaring yang dapat memperkuat kolaborasi di seluruh lini gerakan. Sinergi ini harus bergerak bersama, mulai dari tingkat wilayah, daerah, cabang, hingga ranting sebagai ujung tombak dakwah di masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menuntut kader Aisyiyah untuk terus beradaptasi. Karena itu, partisipasi dalam berbagai lomba berbasis digital menjadi bagian dari upaya membangun kader yang kreatif, inovatif, dan mampu menyampaikan pesan dakwah secara efektif kepada masyarakat luas.

“Melalui media digital, dakwah dapat menjangkau lebih banyak kalangan. Kami ingin menunjukkan bahwa kader Aisyiyah siap menjadi penggerak dakwah kemanusiaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang berkemajuan,” tambahnya.

Melalui keikutsertaan dalam Jambore Dakwah Kemanusiaan ini, PDA Jepara berharap para kader memperoleh wawasan baru, memperluas jejaring kolaborasi, serta membawa pulang pengalaman yang dapat diterapkan dalam program-program dakwah dan kemanusiaan di Kabupaten Jepara. Bekal tersebut diharapkan mampu memperkuat gerakan Aisyiyah hingga ke tingkat ranting sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Kontributor: Kusnitah

Editor: Dina Setyaningsih_MPI PDM Jepara

Exit mobile version