Sinergi Muhammadiyah dan Aisyiyah Jepara Gelar Pelatihan Perawatan Jenazah:Berkhidmat Menunaikan Fardhu Kifayah untuk Umat
![]()
MUHAMMADIYAHJEPARA.OR.ID – Pengurusan jenazah merupakan kewajiban kolektif (fardhu kifayah) bagi umat Islam yang memerlukan pemahaman mendalam, ketelatenan, dan kesesuaian dengan tuntunan syariat. Mengingat pentingnya regenerasi dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam bidang ini, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) bersama Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Jepara menggelar Pelatihan Perawatan Jenazah yang berlangsung pada Sabtu, 26 Muharram 1448 H atau bertepatan dengan 11 Juli 2026 M.

Mengangkat tema “Berkhidmat Menunaikan Fardhu Kifayah untuk Umat”, kegiatan ini dipusatkan di Gedung PDM Jepara, Jl. AR. Hakim, Kauman, Jepara, yang berada di dalam kompleks Masjid At-Taqwa Jepara. Agenda ini merupakan wujud nyata dari realisasi program kerja kolaboratif antara Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) PCA Jepara dengan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial PCM Jepara dalam merespons kebutuhan sosial-keagamaan di tengah masyarakat.
Tak kurang dari 50 pasang mata dari perwakilan PRM dan PRA se-PCM dan PCA Jepara Kota menyimak materi dengan khidmat. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata solidnya estafet dakwah sosial dan kepedulian terhadap pemenuhan fardhu kifayah di wilayah Jepara Kota.
Pembukaan yang Khidmat dan Suntikan Semangat Organisasi
Acara yang dinanti-nantikan ini dimulai tepat pukul 08.30 WIB. Bertindak sebagai Master of Ceremony (MC), Rinawati membuka jalannya acara dengan melafalkan basmallah bersama seluruh peserta, yang langsung membawa atmosfer ruang acara menjadi teduh dan khidmat.
Suasana semakin menggugah semangat kebangsaan dan berorganisasi saat seluruh hadirin berdiri tegak untuk menyanyikan lagu Mars Muhammadiyah “Sang Surya” dan Mars Aisyiyah. Dipandu oleh dirigen Noor Laila Ekasari, S.T., lantunan lagu wajib organisasi tersebut menggema dengan penuh penghayatan di dalam aula Gedung PDM Jepara.
Memasuki sesi sambutan, Erna Pri Sulistyowati selaku Ketua PCA Jepara hadir mewakili pihak penyelenggara. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya strategis untuk mencetak kader-kader perempuan yang siap dan tanggap ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan pengurusan jenazah.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PCM Jepara, Fadkhan, S.Sos.I., memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang harmonis antara PCM dan PCA. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan bahwa mengurus jenazah adalah bentuk penghormatan terakhir yang sakral, sehingga ilmunya wajib dikuasai secara benar. Sebelum beralih ke acara inti, Fadkhan, S.Sos.I. memimpin doa bersama secara khusyuk agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa maslahat bagi umat. Sesi pembukaan formal ini kemudian resmi ditutup dengan lafal hamdallah oleh MC.
Kombinasi Penguatan Teori dan Praktik Pengurusan Jenazah Perempuan
Untuk memastikan para peserta tidak hanya sekadar tahu tetapi juga mampu mengaplikasikannya, panitia membagi pelatihan ke dalam dua segmen utama: pendalaman teori dan simulasi praktik langsung.
• Sesi 1: Pendalaman Teori Bersama Pakar Materi pertama disampaikan oleh Zahwan, S.Pd. Dalam paparannya, beliau mengupas tuntas landasan fiqih, dalil-dalil sahih, hingga adab-adab penting yang harus dijaga selama proses pengurusan jenazah. Zahwan menekankan pentingnya memperlakukan jenazah dengan penuh kelembutan dan menjaga kerahasiaan (aib) si mayit selama proses pengurusan berlangsung sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
• Sesi 2: Praktik Intensif dan Simulasi Terarah Setelah dibekali teori yang matang, para peserta langsung dihadapkan pada sesi praktik yang dipandu secara interaktif oleh Tim Perawatan Jenazah PCA Jepara. Dipimpin oleh Sri Sulistyaningsih, S.Pd.I. dan Yustisi, simulasi ini berfokus pada penanganan jenazah perempuan.
Dengan model Indah Putri Arta Kota, kedua instruktur tersebut memperagakan langkah demi langkah secara detail dan sistematis. Mulai dari tata cara memandikan jenazah dengan tetap menjaga batas aurat, teknik mengukur, memotong, dan menyusun kain kafan agar efisien dan rapi, hingga tata cara serta bacaan dalam mensholatkan jenazah.

Para peserta yang hadir tampak sangat antusias. Mereka tidak hanya menonton, tetapi juga ikut terlibat langsung mempraktikkan cara melipat kain kafan dan membuat tali pengikat, serta berdiskusi aktif menanyakan berbagai studi kasus yang sering ditemui di lapangan.
Tepat pukul 11.30 WIB, seluruh rangkaian pelatihan ini purna dan ditutup dengan sukses. Melalui sinergi dan pelatihan intensif ini, MKS PCA dan PCM Jepara berharap dapat melahirkan para praktisi perawat jenazah baru yang terampil, sehingga estafet pemenuhan kewajiban fardhu kifayah di wilayah Jepara dapat terus terjaga dengan baik.
Kontributor: Noor Laila Ekasari
Editor: Agung Riyanto MPI
