K.H. Drs. Badrudin Noor, Sang Pewaris Perjuangan Muhammadiyah dari Ranting Dorang
![]()
Oleh: Taufiq Nugroho N, S.Sos.I., S.Pd., M.Pd.*
NBM: 11347898 842722
K.H. Drs. Badrudin Noor lahir pada 9 Januari 1963 dari keluarga besar Muhammadiyah yang telah berkiprah sejak awal pergerakan Islam modern di Jepara. Ayahnya, K.H. Noor Su’udi, dikenal sebagai tokoh pelopor berdirinya Ranting Muhammadiyah Dorang dan juga turut merintis Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Nalumsari. Ibunya, Hj. Lantrifah, berasal dari keluarga Nahdlatul Ulama, putri dari K. H. Omar. Pada akhirnya Hj. Lantrifah Omar berkomitmen dakwah, beliau turut berjuang melalui ‘Aisyiyah Dorang, membuktikan sinergi lintas kultur dalam satu tujuan: menegakkan Islam yang berkemajuan.
Dari lingkungan keluarga yang religius, disiplin, dan militan itulah karakter dakwah K.H. Badrudin Noor terbentuk. Beliau menempuh pendidikan di SMP I Sultan Agung 3 Kalinyamatan, SMA Muhammadiyah Kudus, dan kemudian Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang. Sejak masa remaja, aktivitasnya sudah bernafaskan dakwah dan seni Islam — membina Remaja Masjid Taqwa Dorang serta menggerakkan kelompok musik gambus islami, sebuah pendekatan kultural yang khas Muhammadiyah: mengajak umat dengan cara menggembirakan, bukan menakut-nakuti.
Selepas menempuh pendidikan tinggi, beliau kembali ke tanah kelahiran untuk mengabdi sebagai guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Islam Sultan Agung Kalinyamatan dan SMP Negeri 2 Kalinyamatan Jepara. Pilihan menjadi pendidik bukan hanya profesi, tetapi jalan dakwah. Baginya, pendidikan adalah sarana menanamkan nilai-nilai Islam berkemajuan sejak dini.
Kiprahnya di organisasi juga sangat panjang. Ia aktif di Pemuda Muhammadiyah dari tingkat ranting (PCPM Mayong) hingga kabupaten (PDPM Jepara) pada era 1990-an — masa yang menandai kebangkitan kader-kader muda persyarikatan di Jepara. Kegiatan dakwahnya berlanjut di pengajian malam Jumat Masjid Taqwa Dorang yang masih rutin berlangsung sejak 1990 hingga kini, menjadikannya sebagai simbol istiqamah dalam membina umat.
Sebagai Kepala Madrasah Diniyah (Madin) dan TPQ Al Ishlah Muhammadiyah Dorang, beliau memimpin pembangunan gedung baru pada tahun 2004, setelah sebelumnya juga menggerakkan pembangunan Masjid Taqwa Dorang pada tahun 1992. Fakta ini menunjukkan bahwa perjuangan beliau tidak berhenti di mimbar, tetapi juga diwujudkan secara nyata dalam pembangunan sarana dakwah dan pendidikan.
Peran penting lainnya adalah keterlibatan langsung beliau dalam pendirian MTs Muhammadiyah Blimbing Rejo tahun 1999. Sebagai sekretaris PCM Nalumsari, K.H. Badrudin Noor ikut mengawal proses pendirian hingga sekolah tersebut kini menjadi salah satu AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) paling berkembang di wilayah PCM Nalumsari, dengan lebih dari 200 peserta didik. Banyak alumninya sukses berkarier di berbagai bidang: ustadz, guru, polisi, tentara, dokter, hingga pengusaha — bukti nyata kontribusi pendidikan Muhammadiyah terhadap kemajuan bangsa.
PCM Nalumsari sendiri kini memiliki AUM unggulan di tingkat SD, SMP, dan pesantren yang dikelola oleh PRM Blimbing Rejo. Peningkatan jumlah AUM ini menunjukkan strategi dakwah K.H. Badrudin Noor yang komprehensif: menggabungkan penguatan ideologis, pendidikan kader, dan pembangunan kelembagaan.
Saat ini, K.H. Drs. Badrudin Noor dipercaya menjabat Ketua PCM Nalumsari untuk periode ketiga berturut-turut. Dalam kepemimpinannya, beliau dikenal sebagai “dirigen dakwah persyarikatan” yang mampu menyeimbangkan pengalaman generasi tua dengan energi kader muda.
Struktur PCM Nalumsari periode Muktamar Surakarta diisi banyak kader muda berusia 40-an tahun, seperti Taufiq Nugroho Noor, S.Pd., M.Pd., Agung Riyanto, M.Pd., Aries Sa’di Basa, S.Pd., Edi Purwanto, S.Pd., Solikul Huda, dan Iwan Setiawan, S.T.. Sinergi lintas generasi ini menjadi kekuatan PCM Nalumsari dalam menapaki era digital dan modernisasi dakwah.
Kini PCM Nalumsari memiliki lima ranting aktif: Dorang, Blimbing Rejo, Bendan Pete, Nalumsari, dan Tunggul Pandean. Dengan pusat kegiatan di kantor megah lantai 2 MTs Muhammadiyah Nalumsari, PCM Nalumsari bergerak dinamis sebagai poros kemajuan Muhammadiyah di Jepara bagian timur. Kantor itu bukan sekadar ruang administrasi, tetapi pusat pergerakan ideologis, edukatif, dan sosial.
Meski telah memasuki masa purna tugas sebagai ASN, semangat dakwah K.H. Drs. Badrudin Noor tak pernah surut. Di PRM Dorang, beliau terus memimpin pembinaan melalui Masjid Taqwa dan lima mushola binaan (At-Taqwa, K.H. Noor Su’udi, Mutaqqin, Mujahidin, dan satu lagi mushola kecil). Ia juga mendirikan BMT Surya Bersinar pada tahun 2012, bekerja sama dengan tokoh-tokoh muda seperti Drs. Firdaus Abidin Noor, Taufiq N. Noor, S.Pd., M.Pd., Agung Riyanto, M.Pd., Purwanto, S.Pd., dan Sudarsono. Lembaga ini menjadi motor ekonomi ummat di tingkat akar rumput.
Pengajian rutin setiap pekan di masjid dan mushola tetap berjalan, diisi oleh Korps Mubaligh Muhammadiyah Ranting Dorang di bawah bimbingan beliau. Di sinilah proses kaderisasi berlangsung: kader muda diberi panggung untuk tampil, mengisi khutbah Jumat, menyampaikan pengajian pekanan dan bulanan (arisan ranting). Kepercayaan itu membuahkan hasil: PRM Dorang kini dipimpin kader muda, Ustadz Taufiq Nugroho Noor, sebagai Ketua PRM periode Muktamar Surakarta — sebuah bukti nyata regenerasi dakwah berjalan baik.
K.H. Drs. Badrudin Noor tidak hanya mewarisi jejak perjuangan sang ayah, tetapi juga menanamkan ruh perjuangan Muhammadiyah kepada adik kandungnya, yaitu Taufiq Nugroho Npoor, S. Sos. I, S.Pd, M. Pd dan juga kedua anaknya: Thoriq H. Noor, M.T. (pendidik di SMK Muhammadiyah 3 Mayong) dan Iqbal H. Noor, M.Pd. (dosen di UNIMUS Semarang), keduanya alumnus IMM UNNES dan UMS. Keduanya kini aktif melanjutkan kiprah dakwah ayahnya di bidang pendidikan dan kaderisasi.
Pesan beliau kepada kader muda selalu sama:
“Dakwahkanlah Muhammadiyah dengan kegembiraan dan keikhlasan. Ranting itu penting, Cabang itu berkembang. Jika ranting kuat, maka persyarikatan akan tegak.”
Pesan ini sejalan dengan semangat “Dakwah yang Menggembirakan” sebagaimana diamanatkan dalam Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta. Dakwah harus menggugah, menumbuhkan harapan, dan membawa rahmat bagi seluruh alam.
K.H. Drs. Badrudin Noor adalah sosok teladan dakwah lintas generasi: guru, mubaligh, organisatoris, dan pembina umat yang bekerja dalam diam namun berdampak luas. Jejak perjuangannya di ranting Dorang dan PCM Nalumsari adalah bukti bahwa kekuatan Muhammadiyah sesungguhnya bertumpu di akar rumput — di ranting dan cabang yang hidup, aktif, dan menggembirakan.
Dorang bukan sekadar nama desa. Di sana berdenyut semangat tajdid dan dakwah berkemajuan yang diwariskan dari ayah ke anak, dari guru ke murid, dari generasi ke generasi. Dan di tengah denyut itu, berdirilah sosok K.H. Drs. Badrudin Noor — sang pewaris dan penerus perjuangan Muhammadiyah Ranting Dorang.
*(Ketua PRM Dorang, Pendidik di Lingkungan Diknas Jepara)*Peserta Sekolah Tabligh MU, Jepara Jawa Tengah
