Baitul Arqam PCA Nalumsari, PCA Mayong, dan PCA Welahan: Digitalisasi Kepemimpinan Jadi Penutup yang Inspiratif
![]()
JEPARA. (JEPARAMU.OR.ID). Ahad, 020 Juli 2025 Semangat pembinaan kader terus digelorakan oleh Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) di Kabupaten Jepara. Kali ini, tiga cabang yaitu PCA Nalumsari, PCA Mayong, dan PCA Welahan bersinergi menyelenggarakan Baitul Arqam bersama, yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad, 19–20 Juli 2025 (24–25 Muharram 1447 H), di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Umar Hasyim Blimbingrejo.
Sebanyak 93 peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Meskipun kegiatan berlangsung padat sejak pagi hingga malam, para peserta tetap bersemangat menjalani seluruh rangkaian, termasuk salat tahajud, subuh berjamaah, hingga senam pagi.
Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Jepara, Umi Kulsum secara resmi membuka kegiatan ini bersama jajaran PDA lainnya. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Baitul Arqam sebagai ajang penguatan ideologi, karakter, dan kepemimpinan kader perempuan berkemajuan.
Selama dua hari, peserta mendapatkan sejumlah materi strategis dari para narasumber andal, seperti:
- Masalah Lima, disampaikan oleh Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan, Endang Puji Rahayu PDA Jepara
- Ideologi Muhammadiyah, oleh Sekretaris PDM Jepara oleh Hanbali dari PDM Jepara
- Risalah Perempuan Berkemajuan, oleh Umi Kulsum PDA Jepara
- Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), oleh Nasyiatul Aisyiyah
- Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM), oleh Rohmat dari PDM Jepara
- Kepemimpinan Digital, oleh Deny Ana I’tikafia dari PDA Jepara

Materi pamungkas yang menjadi sorotan kali ini adalah Kepemimpinan Digital, disampaikan oleh Wakil Ketua PDA Jepara, Deny Ana I’tikafia. Dalam paparannya, Deny menyampaikan urgensi pemanfaatan teknologi digital dalam memimpin organisasi. “Kepemimpinan digital adalah bagian dari jawaban atas tantangan zaman. Pimpinan Aisyiyah harus sigap menyikapi era digital agar tidak tertinggal,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja tim yang kuat dalam tubuh Aisyiyah. “Kepemimpinan kolektif-kolegial adalah kekuatan kita. Saling menopang dan menguatkan adalah kunci untuk terus tumbuh bersama,” tambah Deny.
Menutup sesi materi, Nurul Amalia dari PCA Mayong tampil merangkum inti dari seluruh sesi. Ia menyampaikan bahwa menghadapi zaman yang terus berubah memerlukan pondasi keimanan yang kokoh. “Iman menjadi penuntun utama agar kita tetap kuat dan tidak goyah,” ujarnya.
Acara ditutup dengan suasana hangat dan penuh semangat. Moderator Sofiatun memandu sesi foto bersama dan memimpin yel-yel spontan sebagai bentuk antusiasme kader. Sekretaris PDA Jepara, Henny Fransiska, dalam sambutan penutupnya mengingatkan agar seluruh ilmu yang diperoleh bisa dibagikan kembali ke cabang dan ranting. “Ilmu harus diteruskan, agar manfaatnya meluas dan menjadi amal jariyah,” pesannya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kader-kader Aisyiyah di Jepara siap beradaptasi dengan zaman, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai ideologis dan ruh dakwah yang mencerahkan.
Kontributor: Dafia
Penyunting: Dina Setyaningsih_MPI PDM Jepara
