Kajian Selapan PRM Blimbingrejo Hadirkan Ratusan Jemaah, Angkat Tema Ibadah Kurban
![]()
JEPARA (JEPARAMU.OR.ID) – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Blimbingrejo, Nalumsari , Jepara kembali menggelar kegiatan rutin Kajian Selapanan yang dilaksanakan di Masjid Baitul Muttaqin, Blimbingrejo, Kudus, ba’da Isya’, Kamis (15 Mei 2025 M, 18 Dzulqaidah 1446 H). Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 300 jama’ah dari berbagai kalangan.

Kajian Selapan ini merupakan program rutin yang digelar setiap malam Jum’at Legi dan malam Jum’at Pahing, dengan menghadirkan dua narasumber utama. Pada malam Jum’at Legi, kajian diisi oleh KH. Nor Muslikan, Ketua PDM Kudus, sementara malam Jum’at Pahing menghadirkan Ustaz Ladun Hakim, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus.

Pada kesempatan kali ini, kajian yang semestinya digelar pada malam Jum’at Legi pekan lalu mengalami penjadwalan ulang karena narasumber berhalangan hadir. Sebagai gantinya, kajian dilaksanakan pada malam Jum’at Pon, tanpa mengurangi semangat dan antusias jemaah yang tetap memadati masjid.
Sebelum tausiah dimulai, takmir masjid mengajak seluruh jemaah untuk bersama-sama mendoakan beberapa warga yang baru saja wafat, yakni Kandar, Ibu Masini, H. Kasdono, dan H. Agus Sunaryo. Suasana khidmat terasa saat para jemaah memanjatkan doa untuk almarhum dan almarhumah.
Dalam kajiannya, KH. Nor Muslikan mengangkat tema “Mengingatkan tentang kehidupan dan rasa syukur kepada Allah dengan melaksanakan Ibadah kurban. Beliau menekankan pentingnya kesadaran spiritual dalam menyambut bulan Dzulhijjah serta memaknai ibadah jurban sebagai bentuk ketundukan dan ketaatan kepada Allah SWT.
“Kehidupan ini adalah ladang amal, dan salah satu bentuk rasa syukur adalah dengan mengamalkan ajaran Islam secara nyata, salah satunya dengan menunaikan ibadah jurban,” ungkapnya di hadapan para jemaah.
Dengan berlangsungnya kajian ini, diharapkan jemaah semakin termotivasi untuk meningkatkan ibadah, memperkuat ukhuwah, serta menanamkan nilai-nilai keikhlasan dan pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor : Amin Alim
