MUHAMMADIYAH MENCERAHKAN SEMESTA
MUHAMMADIYAH MENCERAHKAN SEMESTA
Berita Terbaru

Pentingnya Bersikap Bijak Dalam Bermedia Sosial

Loading

Jeparamu.or.id, JEPARA – Dalam dinamika kehidupan bermasyarakat, Warga Muhammadiyah (Warga MU) sering kali terlibat dalam diskusi yang hangat, terutama di grup WhatsApp. Prof. DR. Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah, pernah menyampaikan kekhawatirannya bahwa Warga Muhammadiyah kadang terlalu dalam terjun keurusan politik, bahkan melebihi intensitas para politisi itu sendiri.

“Ketika ritual politik seperti Pemilu, Pilpres, atau Pilkada selesai, para politisi sudah mulai cair, ngopi bareng, shooting bareng, bahkan melakukan power sharing. Namun, kita seringkali masih terbawa perasaan, masih emosional dalam menyikapi hasil-hasil politik tersebut,” ujar Haedar Nashir, mengingatkan kita untuk tidak terjebak dalam suasana hati yang berkepanjangan.

Ritme politik tentu berbeda dengan aktivitas di grup WhatsApp, terutama bagi mereka yang sudah purna tugas tetapi masih memiliki semangat juang yang tinggi. Meski secara fisik dan nalar sudah menua, semangat ini tak pernah padam. Namun, semangat ini perlu diimbangi dengan literasi yang baik, nalar yang sehat, dan mindset yang berkemajuan.

Berkemajuan sesuai dengan paradigma Muhammadiyah bukan sekadar berarti maju, tetapi juga mencakup proses yang terus berkembang, seperti garis yang mendaki ke atas. Ciri gerakan Muhammadiyah adalah mencerahkan, menggembirakan, dan menguatkan keimanan.

Mencerahkan berarti membuka pola pikir dari kejumudan, menjauhkan diri dari dogma yang bersifat sinkretis. Menggembirakan berarti dakwah Muhammadiyah harus membawa rasa bahagia, seperti yang terlihat dari kegiatan Pandu HW, Tapak Suci, atau pengajian yang menyenangkan di Masjid Jogo Karyan dan Masjid Al Falah Sragen. Keimanan atau transendensi sangat kental dalam setiap gerakan Muhammadiyah. Pengajian menjadi salah satu elemen utama dalam setiap kegiatan, karena jika tidak ada pengajian, maka itu bukanlah gerakan Muhammadiyah.

Dalam era digital dan tahun politik yang penuh agitasi, provokasi, dan narasi, Warga MU diharapkan mampu memilah dan memilih informasi yang sesuai dengan keragaman pola pikir di dalam grup WhatsApp mereka. Muhammadiyah bukanlah partai politik, dan tidak seharusnya dijadikan oposisi untuk melawan penguasa. Muhammadiyah telah berdiri sejak 1912, melewati berbagai zaman dan pemerintahan, dari era Belanda, Jepang, hingga masa kemerdekaan di bawah berbagai presiden Indonesia.

Muhammadiyah terus berdakwah, mengelola AUM di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, bahkan ekonomi. Tuntutan dakwah mengharuskan berhubungan dengan siapapun yang menjadi penguasa. Oleh karena itu, penting bagi Warga Muhammadiyah untuk tidak menganggap hidup yang mereka jalani adalah satu-satunya kebenaran mutlak. Hidup itu dinamis dan beragam, dan dalam berkomunikasi di grup WA, prinsip “think globally, act locally” harus dipegang teguh. Berpikir secara komprehensif, namun bertindak dalam kapasitas lokal yang dihadapi.

Tidak perlu menghabiskan energi untuk debat yang tak ada ujung pangkalnya. Pilihan politik yang berbeda dalam pemilu adalah hal biasa dalam demokrasi, dan tidak perlu dibawa ke ranah keimanan. Semua anggota grup Warga MU adalah saudara, dan kita harus mengingat bahwa perbedaan adalah sebuah keniscayaan.

Seperti yang dikatakan Prof. Abdul Mu’ti, “Pegang keyakinan anda dengan sekuat tenaga, tetapi hormatilah mereka yang berbeda dengan anda.” Tak ada gading yang tak retak, dan kesempurnaan hanya milik Allah. Nasihat dari guru ngaji di kampung saya, “Biso rumongso, ojo rumongso biso,” mengingatkan kita untuk selalu rendah hati dan peka terhadap situasi di sekitar kita.

Bijak dalam bermedia sosial menjadi sangat penting dalam menjaga ukhuwah Islamiyah, dewasa dalam bermedsos, karena kedewasaan tidak selalu seiring dengan usia. Tua itu pasti, tapi dewasa adalah pilihan. Mari kita ikuti mindset para pimpinan kita yang egaliter tanpa harus menjilat si raja. Tetap gembira bermuhammadiyah, tetap ngaji di Muhammadiyah, dan tetap kontrol informasi sesuai dengan DNA dakwah Muhammadiyah.

Penulis : Taufiq Nugroho Noor, S.Sos I, S.Pd/Ketua PRM Dorang, Mantan Ketua IMM Al Faruqi IAIN Walisongo Semarang

Total Page Visits: 905 - Today Page Visits: 1
PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com