MUHAMMADIYAH MENCERAHKAN SEMESTA
MUHAMMADIYAH MENCERAHKAN SEMESTA
Berita Terbaru

6 TANDA CINTA SESEORANG KEPADA MUHAMMADIYAH

Loading

*Catatan jelang Musyda Muhammadiyah Banyumas, periode Muktamar 48, pada 6-7 Mei 2023, di Universitas Muhammadiyah Purwokerto

muhammadiyahjepara.or.id-Sabtu 6 Mei 2023.

“Al hubbu awwaluhu dzikrun, wa aakhiruhu fikrun.”

Begitulah peribahasa Arab mengatakan tentang cinta. Bhw permulaan cinta adalah menyebut, dan kesudahannya adalah memikirkan.

Ini seolah-olah ingin menyampaikan bhw, cinta itu hrs dpt merasakan sesuatu pd yg ia cintai, dg segenap pikiran, hati, dan perasaan.

Yaa, cinta memang merupakan sesuatu yang ajaib, dan tidak bisa diumbar serta-merta. Apalagi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, adalah cinta yg menempati posisi tertinggi, istimewa, khusus, dan bahkan sakral.

Demikian pula cinta kepada Muhammadiyah, adalah termasuk sesuatu yang amat penting, khususnya bagi warga jam’iyyah Muhammadiyah.

Seseorang yg cinta kepada Muhammadiyah, pastilah akan melibatkan pikiran, hati, dan perasaannya. Shg seseorang yg cinta kpd Muhammadiyah, minimal akan bisa terlihat pada 6 (enam) tanda-tanda/ciri-ciri yg mengiringi kehidupannya :

Pertama, Adzkuruha Katsiron. Yaitu ia akan sering menyebut nama Muhammadiyah di segala ruang, waktu, tempat, dan setiap kesempatan. Bukan malah pekewuh, sungkan, malu, enggan, utk menyebut nama Muhammadiyah di berbagai kesempatan, di berbagai pertemuan, pengajian, rapat2, musyawarah2, bahkan seringkali dirinya nggak pede menyebut dirinya adalah anggota Muhammadiyah, atau seringkali menyebut nama Muhammadiyah dg singkatan2 yg seolah2 terselip ada ke khawatiran tertentu jika menyebutnya scr lengkap, spt menyebut Muhammadiyah dg singkatan MD, MH, MHD, dsb. Krn Muhammadiyah, berbeda susunan katanya, spt misalnya Nahdhatul Ulama yg bisa disingkat dg NU, Persatuan Islam yg bisa disingkat dg Persis, Ikhwanul Muslimin yg bisa disingkat dg IM, Hizbut Tahrir yg bisa disingkat dg HT atau HTI, Nahdhatul Wathon yg bisa disingkat dg NW, Alip Rebo Wage yg bisa disingkat dg ABOGE, dsb.

Seperti halnya ketika kita mencintai Allah dan Rasul-Nya, selain ta’at syari’at, mahdhoh wa ghoyru mahdhoh, juga intensitas ber-dzikir maupun shalawat, di lafadh-kan rutin dan kaaffah. Maka, Adzkuruha Katsiron akan senantiasa ada di setiap detak kehidupannya.

Kedua, Al-I’jaab (bangga/kagum). Yaitu dimanapun ia berada, ia selalu bangga kpd Muhammadiyah, dan selalu mengagumi dakwah perjuangan Muhammadiyah, bahkan senantiasa mensyukuri hasil2nya thd kemajuan peradaban ummat.

Bukan malah sebaliknya, yg ada di benak, pikiran, dan lisannya, justru malah mendiskreditkan Muhammadiyah, menyalahkan Muhammadiyah, memperolok2 Muhammadiyah, manakala tdk sesuai dg alam pikirannya. Ini ibarat sama2 naik kapal, maka janganlah melubangi kapal itu, mengapa? krn pasti akan sama2 tenggelam.

Ada bbrp fenomena cukup menggemaskan, org yg scr kebetulan bekerja di AUM, ia tak sedikitpun merasa bangga kpd Muhammadiyah, bahkan justru seringkali menyalahkan Muhammadiyah, pdhl jelas2 ia bekerja di Muhammadiyah, di amal usaha yg notabene milik Muhammadiyah, mendapat sallary/gaji, penghasilan, bonus, bahkan jabatan, dari Muhammadiyah. Aneh?

Bangga atau kagum kpd Muhammadiyah, tentu berbeda dengan bangga atau kagum thd manusia, yg akan menimbulkan berbagai ekspektasi yg berbeda-beda.

Jika kita mencintai Allah, maka kita akan mengagumi kebesaran-Nya yang ada di alam semesta raya ini. Demikian pula ketika mencintai Muhammadiyah, maka tentu akan senantiasa bangga dan mengagumi kebesaran Muhammadiyah, dg segala kelebihan dan kekurangannya. Itulah Al-I’jaab, selalu membuncah dlm jiwanya thd Muhammadiyah.

Ketiga, Ar-Ridhaa (rela). Yaitu ia senantiasa ridha atau rela akan perintah Muhammadiyah, fii as-sarraa’i wa adh-dharraa’i, dlm kondisi lapang maupun sempit, dan menjalankan amanah dari Muhammadiyah, dg laa tahiinuu wa laa tahzanuu, diberikan posisi yg menyenangkan atau yang tidak menyenangkan, ia tetap akan bersyukur serta menerimanya dengan ikhlas. Intinya, dimana saja amanah akan diberikan oleh Muhammadiyah, maka selalu siap menjalankan dg sebaik2nya, apapun dan kapanpun, dg tdk merengek mengemis jabatan, tdk minta2 utk dipilih, shg jika tdk diberi sesuai posisi yg diinginkan, tdklah kemudian mutung, tdk wadeh, tdk pula menjelek2an individu atau pengurus yg lain.

Seperti hal yang sering kita ucapkan pada janji didikan kala shubuh : rodhiitu billaahi robba, wa bil islaamidiina, wa bi muhammadin-nabiyya wa rosuula.

Hal sederhana dalam kerelaan adalah jika diberi ni’mat maka akan bersyukur, dan jika diberikan cobaan atau musibah, akan bersabar. Di dunia ini tidak ada satu pun milik kita, ad dun-yaa daaru man laa daarolah, wa maalu man laa maalalah, begitulah kata Rasul SAW.

Bagi seseorg yang tidak memiliki ridha thd Muhammadiyah, atau tak punya rasa rela di Muhammadiyah, maka jika kehilangan sesuatu, atau tdk mendapatkan sesuatu yg diinginkan, ia akan merasa kecewa, getun, bahkan jengkel. Sebagaimana saat Ramadhan, dimana pd bulan itu, kita hrs rela menahan hal2 yang membatalkan puasa pada siang hari, walaupun masih ada yang tidak rela.

Maka Ar-Ridhaa akan selalu membersamai dirinya dlm berkhidmat di Muhammadiyah.

Keempat, At Tadh-hiyah (berkorban). Yaitu ia sangat paham dan mengerti betul, bhw berkorban itu adl salah satu bentuk dari rasa cinta, bahkan pengorbanan mrp perwujudan hakiki cintanya seseorg. Maka dlm hal ini, sptnya ia ingin diketahui oleh dunia, bahwa ia sedang mencintai sesuatu, mencintai Muhammadiyah, shg ia senantiasa melakukan pengorbanan, dlm bentuk apapun. Dan seolah2 pula ia ingin mengatakan kpd dunia, bhw mencintai Muhammadiyah itu : aktsaru min mujarrodi masyaa’ir, annahu ihtimaam wa musyaarakah wa musaa’adah wa tadh-hiyah. Lebih dari sekedar perasaan, namun didlmnya terdpt kepedulian, berbagi, membantu, dan berkorban. Dan bukan sebaliknya, tak ada pengorbanan, yg ada justru mencari keuntungan, baik keuntungan materi maupun non-materi, memanfaatkan aji mumpung.

Apabila cinta kpd Allah, maka kita akan siap ber-tadh-hiyah. Pun demikian jika cinta kpd Muhammadiyah, juga senantiasa akan selalu siap utk berkorban. Dg keimanan yg kuat bhwsanya Allah pasti akan menyantuni, akan mencukupi, akan selalu menolong hamba2Nya yg senantiasa mengorbankan dirinya utk mencari keridhaan Allah. Wa minan-naasi mayyasyrii nafsahubtighoo-a mardhootillaah.

Kelima, Al-Khauf (takut). Mencintai Allah akan menimbulkan rasa takut, khawatir, dan cemas apabila jauh dari-Nya. Yaa ayyuhalladziina aamanuttaqullooha wal tandhur nafsummaa qoddamat lighod.

Begitupun ia yg mencintai Muhammadiyah, ternyata juga punya perasaan takut, khawatir, dan cemas, apabila ia jauh dari Muhammadiyah. Ia juga gelisah manakala terjadi sesuatu hal buruk yg menimpa Muhammadiyah.

Alaa kulli haal, ia akan senantiasa kepo, selalu berusaha update, ttg konstelasi Muhammadiyah, dan hal2 menarik lainnya yg terjadi di Muhammadiyah. Bukannya malah sama sekali tak punya kepedulian apapun thd Muhammadiyah, cuek dan masa bodo, entah itu thd da’wahnya, pengajian2nya, cabang dan rantingnya, amal usahanya, dsb.

Keenam, Ar-Rajaa’ (perasaan harap). Ia memahami bhw dg memiliki harapan akan memiliki masa depan. Berharap amal ibadahnya qabul dan wushul, memperoleh rahmat dari Allah. Begitupun perasaan harap thd Muhammadiyah. Berharap semua yg dilakukan Muhammadiyah akan membawa manfaat bagi semesta alam, terus mencerahkan, dan berkemajuan.

Muhammadiyah sdh lebih dari satu abad melintasi zaman. Maka berharap tajdid gerakan utk pencerahan peradaban, betul2 mjd manifesto yg mampu mencapai tujuan, islam yg berkemajuan, sbgmana dlm Zhawahir al-afkar al-muhammadiyah ‘abra qarn min al-zaman, pd muktamar ke-45..

Namun tentu saja, hanya kpd Allah sajalah dijadikan sebagai sumber harap dan tempat bersandar. ‘Alaihi tawakkaltu, wa ‘alaihi fal yatawakkalil mutawakkiluun.

Akhirnya, Selamat ber-Musyawarah Daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Banyumas, periode Muktamar 48, tanggal 6-7 Mei 2023. Semoga menghasilkan keputusan2 yg mencerahkan dan berkemajuan. Sesuai dg tema Musyda : “Memajukan Banyumas, Mencerahkan Semesta.”

Bismillaah, bi quwwatillaah, wa binashrillaah…

Lembah Kalikidang, 6 Mei 2023, pkl 02.00 wib.

Yuli Night Budi Permana

LPCR PDM Banyumas

Total Page Visits: 1776 - Today Page Visits: 1
PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com